Hits: 8
Annisa Rahmi
Pijar, Medan. Pemerintahan Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (Pema FKM) kali ketiganya menggelar acara yang bertaraf Nasional, yaitu “Seminar Horas Health Public Fest 3”. Acara yang diselenggarakan pada Sabtu, (05/05) di Auditorium USU tepat pukul 08.30 WIB tersebut mengundang delegasi dari seluruh universitas-universitas ternama di Indonesia dari rumpun kesehatan khususnya, untuk mengikuti kegiatan.
Acara dibuka oleh MC, disusul dengan pembacaan doa agar acara berjalan dengan lancar, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya, serta berbagai kata sambutan oleh ketua panitia, wakil gubernur Pema FKM dan dekan FKM yang turut hadir dan meresmikan acara tersebut.
Seminar Horas Health Public Fest 3 ini mengundang tiga pemateri handal, Prof. Dr. Ir. Albiner Siagian, M.Si, yaitu guru besar Ilmu Gizi FKM USU dan penggagas komunitas GO River sungai Deli, Ahmad Hakiki, Spd.I dan tak tanggung-tanggung Pema FKM juga menghadirkan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI, DR. Siswanto, MHP.DTM

(Fotografer: Rere Reviansyah)
Acara yang mengangkat tema “Inovasi dalam pembangunan kesehatan berkelanjutan di daerah tropis menuju SDGS 2030” disambut suka cita oleh para hadirin yang antusias mengikuti kegiatan ini. Terlihat dari riuh suara peserta yang berjumlah sekitar ratusan orang memadati ruang auditorium USU. Bukan hanya itu saja, hiburan Gondang yang merupakan musik khas batak dari Sumatera Utara menambah semangat serta meriahnya acara. Kegiatan ini diperuntukan untuk umum khususnya yaitu mahasiswa/i dari rumpun kesehatan.
Iyan selaku Ketua acara pun mengungkapan alasan pemelihan tema, “Melihat permasalahan-permasalahan kesehatan ini masih banyak, penyakit yang tidak menular khususnya di daerah tropis. Jadi alasan tersebut mengangkat tema ini sehingga nanti harapan nya, khalayak muda akademisi mempunyai ide-ide cemerlang untuk membantu juga di bagian pemerintahan.
“Jadi kesehatan Indonesia tentunya dari sisi umur harapan hidup, atau impact sudah cukup naik, angka kematian ibu juga mulai menurun kemudian secara kualitas juga. Tetapi disisi lain sebetulnya terkait dengan penyakit disatu sisi ada penyakit tidak menular naik,kemudian disisi lain ada penyakit yang baru muncul ada flu burung,ebola, dan sebagainya. Kalau masalah gizi, disatu sisi kita ada gizi buruk, kurang gizi, pendek (stunting). Tapi di sisi lain kita ada obes (kegemukan) sehingga ada kombinasi” Pungkas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI, DR. Siswanto, MHP.DTM dalam wawancara singkat.
Sebelum memasuki penghujung acara terdapat sesi tanya jawab antara peserta dan pemateri mengenai pembahasan kesehatan masyarakat. Lalu diakhiri dengan pengumuman pemenang lomba karya tulis ilmiah, kemudian pemberian hadiah, Doorprize , Foto bersama dan ditutup oleh MC.
(Redaktur Tulisan: Nadia Lumongga Nasution)

