Perkembangan budaya tari-tarian asing atau modern dance di kalangan para remaja | Foto : Irfan Batubara

Pijar, Medan. Perkembangan budaya tari-tarian asing atau modern dance di kalangan para remaja saat ini sudah mewabah. Tidak sedikit dari kalangan remaja membentuk suatu kelompok tari modern agar dapat eksis di jagat hiburan. Mulai dari K-pop dengan boybandnya, bahkan tari-tarian seperti Gangnam Style dan yang terbaru Harlem Shake sudah mewabah di kalangan remaja. Sungguh fenomena yang unik, dibalik menjamurnya budaya asing di negeri sendiri, malah semakin tenggelam budaya tari-tarian daerah yang tradisional dan asli dari negeri sendiri.

Namun, cerita berbeda hadir dari sebuah kelompok unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang satu ini, dibentuk dengan nama Lembaga Kesenian Universitas Sumatera Utara (LK USU), lembaga ini menjadi satu-satunya wadah kreatifitas seni tari tradisional dan olah vokal mahasiswa di Universitas Sumatera Utara. Lembaga ini sebelumnya sempat vakum dari aktivitas seni akibat masa transisi kepengurusan yang kosong. Kemudian aktif kembali di tahun 2006. Saat ini telah LK USU mengikuti berbagai event kejuaraan, baik ditingkat nasional maupun internasional seperti IMT-GT (Indonesia, Malaysia, Thailand – Growth Triangle) dan Pekan Seni Mahasiswa lainnya, tidak itu saja bahkan LK USU sering mendapat undangan untuk mengisi acara yang berkaitan dengan seni tari tradisional di luar negeri.

“Sejauh ini peran Lembaga Kesenian dalam mengenalkan budaya seni tari tradisional ke mahasiswa sudah baik, walaupun ada juga pihak-pihak yang tidak konsen kepada hal ini,” tutur Arifni Netrirossa, pembina LK USU. Arifni juga menjelaskan adanya langkah yang baik yang akan dilakukan oleh Pembantu Rektor III dalam menunjang wawasan demi perkembangan dan kebaikan dari Lembaga Kesenian.

“Bahkan PR III yang juga konsen dengan perkembangan tari tradisional, berencana akan mengirim anggota-anggota dari sanggar tari tradisional untuk dikirim ke daerah-daerah dan memperkenalkan budaya tari tradisional”, tambahnya.

Ade, yang merupakan salah satu anggota sanggar tari daerah di LK USU, menggungkapkan ketertarikanya memilih bergabung dengan kelompok sanggar tari tradisional ini, “Iya, awalnya hobi dan pengen belajar nari tarian tradisional makanya ingin bergabung”, ungkap mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi ini. Ketika ditanya mengenai harapan kedepan, Ade mengungkapkan semoga kedepannya Lembaga Kesenian ini agar lebih baik lagi, dan dapat terus berprestasi.

Untuk saat ini, LK USU memiliki 140 anggota yang tergabung didalam kelompok sanggar tari tradisonal, yang terdiri dari berbagai latar belakang fakultas di USU. LK USU juga memberi kesempatan kepada seluruh mahasiswa USU untuk bergabung dan belajar, syaratnya hanya masih aktif dalam perkuliahan. Setiap Sabtu mereka  melakukan latihan rutin digedung LPPM, dan didampingi oleh pelatih-pelatih yang profesional dibidangnya. Kelompok sanggar tari tradisonal ini, telah menguasasi berbagai jenis tari-tarian tradisional dari berbagai daerah di nusantara, seperti tari Serampang Duabelas, tari Ketabo, tari Saman dari Banda Aceh dan berbagai tari-tarian daerah lainnya yang ada di Indonesia. (bb,ru)

Leave a comment