Era milenial yang penuh dengan banyak inovasi dan hal-hal baru ini, semakin banyak masyarakat yang sudah tidak merasa tertarik atau bahkan melupakan sesuatu yang dianggap tradisional. Termasuk makanan, kue-kue tradisional khas Indonesia sendiri sudah mulai jarang dijumpai dan digemari kalangan remaja yang mana lebih menyukai makanan kekinian di zaman ini.
Bicara soal kuliner tentu tak ada habisnya. Setiap tahun, selalu bermunculan berbagai inovasi maupun ide-ide kreatif penciptanya. Tak terkecuali ayam yang merupakan salah satu bahan makanan acapkali menjadi primadona berbagai kalangan. Olahan ayam selalu muncul dengan berbagai macam pilihan mulai dari penyet, gepuk, dan lainnya. Namun, ada satu olahan ayam lainnya yang belakangan ini cukup menarik perhatian masyarakat, khususnya masyarakat Kota Medan. Olahan tersebut ialah ayam geprek sambal tuk-tuk.
Berbicara tentang kota Medan, soal kuliner tentunya tidak akan ada habis-habisnya. Medan dikenal sebagai kota dengan segudang kuliner menarik nan lezat yang terdapat di tiap sudut kotanya mulai dari makanan gurih hingga makanan manis.
usat Perbelanjaan atau yang sering kita sebut mall merupakan tempat favorit berkumpulnya masyarakat dari semua kalangan hingga usia, mulai dari remaja hingga orang dewasa.
Malam jauh melintang melebihi pertanyaan yang hinggap kala fajar mulai meyingsing. Malam begitu berarti jika makna ditemukan dari segudang defenisi. Tak jauh dari tempat hiruk pikuk kota yang seharusnya, tepatnya di Jalan Ahmad Yani No. 70, Kesawan, Medan, terdapat pemaknaan dari defenisi kesederahaan.
Lumpia adalah sejenis jajanan tradisional hasil perpaduan budaya antara Tionghoa dan Indonesia yang terdiri dari lembaran tipis tepung gandum berisi rebung, telur, sayuran segar, daging, atau makanan laut.
Batang pisang atau yang sering dikenal dengan Gedebok Pisang merupakan sesuatu yang dianggap tidak berharga dan diabaikan oleh sebagian besar masyarakat pada umumnya. Tapi siapa sangka, ternyata batang pisang dapat diolah menjadi makanan yang sangat lezat jika dipadukan dengan rempah-rempah yang pas dan dapat memberikan banyak khasiat.
Mie Aceh CR Seven merupakan sebuah warung semi-outdoor yang pertama kali didirikan tahun 2010 dan pada awalnya warung ini terletak di Jalan Jamin Ginting yang kemudian berpindah lokasi ke pertigaan Jalan Pasar Baru, Kelurahan Titi Rantai.
Bicara soal kuliner tentu tidak ada habisnya. Setiap tahun, selalu bermunculan berbagai inovasi terbaru dalam bidang ini. Tidak terkecuali ayam yang merupakan salah satu bahan makanan yang menjadi primadona berbagai kalangan. Olahan ayam selalu muncul dengan berbagai macam pilihan. Masih teringat dalam benak kita beberapa waktu lalu inovasi ayam geprek sempat booming di berbagai kalangan.
Hits: 689Jenni Sihombing / Gabriella Prily Pijar, Medan. Siapa yang tidak kenal dengan Roti Ketawa? Kue kering yang berasal dari…
