Pijar, Medan. Di tengah pandemi seperti sekarang ini, media sosial hadir sebagai salah satu sumber kebahagiaan dan penyaluran banyak hal kreatif, salah satunya tiktok. Tiktok merupakan aplikasi yang sedang digandrungi oleh masyarakat luas. Bermula dengan video berisi tarian, kini tiktok sudah diisi dengan berbagai video lainnya seperti masak.
Mungkin banyak yang tidak dapat membedakan, mana kue Pukis Banyumas dan kue pancong. Bahkan banyak orang yang mengira kalau kue pukis dan kue pancong merupakan kue yang sama. Tetapi sebenarnya keduanya merupakan dua kue yang berbeda.
Semakin pesatnya teknologi serta semakin berkembangnya era modern ini, maka semakin terhimpit pula makanan lokal asli Indonesia, salah satunya kue pukis. Kue pukis ini merupakan jajanan tradisional khas Banyumas, Jawa Tengah dan populer juga di daerah jawa lainnya.
Ketika mendengar nama Kota Medan, yang terbayang selain orangnya yang keras-keras pasti akan terlintas juga tentang berbagai kulinernya. Setiap tahun selalu bermunculan berbagai inovasi maupun ide-ide kreatif dari makanan, termasuk dalam menikmati martabak. Namun, ada satu olahan lain martabak yang sebenarnya sudah lama diminati dan hingga sekarang tetap menjadi pilihan jajanan malam di Kota Medan.
Saat ini coffee shop merupakan salah satu bisnis yang sedang ramai di khalayak muda. Banyak muda-mudi yang mencoba untuk membangun bisnis coffee shop-nya sendiri dengan khas dan keunikannya masing-masing. Hal tersebut terjadi karena budaya minum kopi saat ini sedang sangat populer di semua kalangan terutama kalangan anak muda. Salah satu coffee shop yang dapat Sobat Pijar kunjungi adalah Makecents Coffee.
Era milenial yang penuh dengan banyak inovasi dan hal-hal baru ini, semakin banyak masyarakat yang sudah tidak merasa tertarik atau bahkan melupakan sesuatu yang dianggap tradisional. Termasuk makanan, kue-kue tradisional khas Indonesia sendiri sudah mulai jarang dijumpai dan digemari kalangan remaja yang mana lebih menyukai makanan kekinian di zaman ini.
Bicara soal kuliner tentu tak ada habisnya. Setiap tahun, selalu bermunculan berbagai inovasi maupun ide-ide kreatif penciptanya. Tak terkecuali ayam yang merupakan salah satu bahan makanan acapkali menjadi primadona berbagai kalangan. Olahan ayam selalu muncul dengan berbagai macam pilihan mulai dari penyet, gepuk, dan lainnya. Namun, ada satu olahan ayam lainnya yang belakangan ini cukup menarik perhatian masyarakat, khususnya masyarakat Kota Medan. Olahan tersebut ialah ayam geprek sambal tuk-tuk.
Berbicara tentang kota Medan, soal kuliner tentunya tidak akan ada habis-habisnya. Medan dikenal sebagai kota dengan segudang kuliner menarik nan lezat yang terdapat di tiap sudut kotanya mulai dari makanan gurih hingga makanan manis.
usat Perbelanjaan atau yang sering kita sebut mall merupakan tempat favorit berkumpulnya masyarakat dari semua kalangan hingga usia, mulai dari remaja hingga orang dewasa.
Malam jauh melintang melebihi pertanyaan yang hinggap kala fajar mulai meyingsing. Malam begitu berarti jika makna ditemukan dari segudang defenisi. Tak jauh dari tempat hiruk pikuk kota yang seharusnya, tepatnya di Jalan Ahmad Yani No. 70, Kesawan, Medan, terdapat pemaknaan dari defenisi kesederahaan.
Lumpia adalah sejenis jajanan tradisional hasil perpaduan budaya antara Tionghoa dan Indonesia yang terdiri dari lembaran tipis tepung gandum berisi rebung, telur, sayuran segar, daging, atau makanan laut.
