Jati Wesi adalah laki-laki berperawakan tinggi dengan kulit cokelat matang yang sedari kecil tinggal di TPA Bantar Gebang. Dengan hidung tikusnya, julukan yang diberikan kepadanya, ia sangat lihai dalam menggunakan penciumannya. Tinggal di antara gunungan sampah membuatnya mengenali berbagai macam bau yang berhiliran di hidungnya.
Lagu Ibu ini bercerita tentang pengorbanan seorang ibu atau yang lebih sering kita anggap sebagai “Malaikat tanpa sayap”. Tentang kasih sayang yang tak pernah usai, kesabaran yang tiada habisnya hingga kata maaf yang selalu tersedia tanpa batasan.
Kejanggalan dirasakan oleh Jin Seok terhadap abangnya. Yoo Seok berperilaku berbeda dari sebelumnya yang memunculkan kecurigaan bahwa pria yang kembali kerumahnya bukanlah abangnya. Kecurigaan pun terus berlanjut dengan terdengarnya suara-suara aneh yang berasal dari kamar di depan kamar tidur Jin Seok dan tak satu pun anggota keluarganya yang mendengar suara aneh tersebut.
Waterphone atau yang dikenal juga dengan Ocean Harp, merupakan peralatan akustik yang sering digunakan dalam film-film horor untuk menghasilkan bunyi-bunyi yang menyeramkan. Waterphone sendiri diciptakan oleh Richard Waters pada tahun 1968.
Jika Sobat Pijar berpikir bahwa film ini adalah, inspirasi untuk melakukan perbuatan mencontek, kalian salah besar. Film ini mengajarkan kita untuk merasakan posisi yang dialami oleh Lynn dan mengapa ia melakukannya.
“Sesuatu yang pertama selalu meninggalkan bekas yang tak mudah untuk dihapuskan, membawamu sampai ke alam mimpi, sampai mentari membangunkanmu, lengkungan sabit di raut bibirmu atas kenangan semalam masih menjadi sebuah misteri yang mampu membuat hatimu tak tenang hingga gelisah”.
Film yang berdurasi 123 menit ini berhasil membuat penonton terkejut dengan fakta-fakta yang akhirnya terungkap tentang latar belakang dari kehidupan Esther. Intrik pembunuhan, jalan cerita, misteri yang ditimbulkan, hingga sisi kesedihan Esther akan membuat penonton tidak menduga akhir dari film ini.
Tentang perjalanan hidup seorang penimba ilmu yang juga seorang mantan aktivis, seorang wanita yang dikecewakan oleh Tuhannya, dan seorang yang merasa hidup jauh dari jangkauan cahaya.
Seorang gadis yang sejak kecil sudah memiliki impian menjadi seorang musisi. Kata menyerah tidak ada dalam kamusnya. Walaupun ia tahu ketidaksempurnaan selalu hinggap disetiap manusia. Nadya Fatira, seorang gadis kelahiran Makassar pada 25 Febuari 1986. Masa kecil tidak bersahabat dengannya. Ia kerap kali menjadi bahan ejekkan oleh
Pijar, Medan. Tidak seperti sekarang, di masa yang lampau antara ras kulit hitam dengan ras kulit putih mendapat perlakuan yang berbeda. Ras kulit hitam dianggap sebagai kelas yang rendah dibandingkan dengan ras kulit putih. Hal ini lah yang menjadi topik utama cerita film Hidden Figures yang dirilis pada tahun 2016 oleh 20th Century Fox.
