We live in cities you’ll never see on screen, begitulah salah satu potongan lirik dari lagu “Team” oleh Lorde yang menggambarkan tidak semua hal indah harus tampak sempurna di permukaan. Banyak juga orang yang menampilkan kesempuraan palsu di dunia media. Namun, pada kenyataannya kita bisa merayakan kehidupan sederhana yang tidak pernah disorot oleh kamera, tetapi penuh keaslian dan kebersamaan.
Kamu pernah tidak merasakan sesuatu yang ada di batas kata “hampir”? Brian Khrisna, seorang penulis muda Indonesia yang dikenal lewat karya-karyanya, menulis sebuah buku berjudul The Book of Almost. Buku ini berisi kumpulan sajak-sajak pendek mengenai cinta, kehilangan, serta segala sesuatu yang hampir.
Sebuah rumah produksi film, bernama Miles Films Production akhirnya membawa kembali memori penonton ke awal 2000-an melalui film Rangga & Cinta (2025). Film ini dibuat kembali (rebirth) berdasarkan cerita dari film Ada Apa Dengan Cinta? pada tahun 2002.
Munculnya kabar terbaru yang tidak terduga dari sebuah grup musik rock asal Irlandia, Kodaline, mampu menggemparkan para penggemar. Setelah lebih dari satu dekade mengukir kisah lewat lagu-lagu penuh makna, Kodaline akhirnya mengumumkan akan bubar. Keputusan ini disampaikan oleh keempat personelnya, yaitu Steve Garrigan, Mark Prendergast, Jason Boland, dan Vincent May lewat sebuah video perpisahan di Instagram resmi mereka pada Kamis (9/10/2025).
Apakah kalian pernah menemukan tumpukan komik Why? di rak buku lama dan teringat kembali ke masa kecil? Masa di mana belajar sains, sejarah, astronomi, dan topik lainnya terasa menyenangkan karena dijelaskan lewat gambar lucu dan cerita yang seru. Komik ini tidak sekadar menjadi hiburan semata, tetapi juga awal mula tumbuhnya rasa ingin tahu yang tiada batas.
Menyoroti tema tentang perbedaan agama dan budaya dalam lingkup keluarga, film Wei hadir dalam bentuk film pendek. Berdurasi 21 menit, dengan pemeran utamanya diisi oleh Hengky Solaiman dan Dayu Wijanto, film ini mengisahkan tentang satu keluarga yang di dalamnya terdapat ayah dan anak perempuan yang kian tidak pernah lagi berinteraksi.
Akhir-akhir ini, sebuah lagu tampaknya berhasil mencuri perhatian di berbagai media sosial. “Alamak”, kolaborasi manis dari Rizky Febian dan Adrian Khalif, tengah menjadi sorotan di platform seperti TikTok, di mana potongan lagunya kerap dijadikan latar berbagai konten video.
Siapa yang tak ingin menjadi magnet sosial, pribadi yang kehadirannya selalu dinantikan dan kata-katanya didengar penuh perhatian? Rahasia daya pikat interpersonal ini diurai tuntas oleh pakar komunikasi Leil Lowndes dalam buku fenomenalnya, yang di Indonesia dikenal dengan judul The Magic of Talking (judul asli: How to Talk to Anyone: 92 Little Tricks for Big Success in Relationships).
Aktor legendaris, Jackie Chan kembali hadir dengan memukau penonton lewat aksinya sebagai polisi pensiunan yang cerdik dalam Film The Shadow’s Edge. Dalam aksinya, Jackie Chan dengan kecerdikannya berusaha untuk menangkap para penjahat yang dikenal dengan nama Shadow yang diperankan oleh rekan aktor legendaris, Tony Leung Ka-Fai dan beberapa aktor ternama, seperti Zhenwei Wang, salah satu aktor di Film Karate Kid dan Wen Junhui-salah satu anggota grup musik Seventeen.
Lagu “Satu” adalah salah satu single dari band legendaris Indonesia, Dewa 19. Lagu ini masuk dalam album Laskar Cinta yang resmi dirilis pada tahun 2004. Hadir dengan nuansa romantis sekaligus reflektif, “Satu” semakin meneguhkan posisi Dewa 19 sebagai salah satu band terbesar di masanya. Hingga kini, lagu ini masih kerap diputar dan dianggap abadi oleh para penikmat musik Indonesia.
