Hits: 95
Rafa Wardhana
Pijar, Medan. Sal Priadi sangat piawai dalam menulis lirik lagu yang puitis dengan makna yang begitu mendalam. Pada 30 April 2024, ia kembali merilis sebuah lagu yang diberi judul “Ada Titik-titik di Ujung Doa”. Hingga saat ini, lagunya telah didengar lebih dari 67 juta kali di Spotify. Musik videonya sendiri dirilis pada 11 Maret 2026 dan telah mencapai 3,2 juta penayangan di YouTube.
Meskipun telah dirilis beberapa tahun lalu, lagu ini kembali viral dan banyak didengar setelah pengguna TikTok menggunakan salah satu penggalan liriknya sebagai sound. Liriknya yang begitu menyentuh, alunan musiknya yang sederhana, dan tempo lagu yang slow, membuat pendengar hanyut dalam emosi yang kompleks dari tiap baitnya.
Tidak hanya versi aslinya yang dibawakan oleh Sal Priadi, versi Minang dari lagu ini juga viral setelah di-cover oleh akun TikTok yang bernama @kevincotok. Dalam video yang diunggahnya pada 20 Februari 2026, ia menyanyikan lagu “Ada Titik-titik di Ujung Doa” dalam bahasa Minang dengan cengkok yang khas.
Lagu ini mengandung makna mendalam tentang harapan, kerinduan, dan keikhlasan untuk melepaskan kenangan yang buruk di masa lalu. Saling memaafkan untuk kesalahan yang telah dilakukan lebih baik daripada menyimpan dendam yang berkepanjangan.
Sal Priadi tidak secara gamblang menjelaskan untuk siapa lagu ini disampaikan. Namun, jelas lagu ini ditujukan kepada orang yang sangat kita sayangi, tetapi hanya bisa menitipkan doa karena tidak bisa bersama untuk saat ini.
Ada titik-titik di ujung doa
Doa keselamatan penutup malam yang harus diisi nama
Maka kuisi dengan namamu
Nama lengkapmu, hurufnya kuhias berjuta warna
Bait ini menjelaskan, di setiap doa malam yang dipanjatkan dengan penuh harapan, kebaikan, dan perhatian, ada nama yang begitu spesial.
Sebisanya aku gambarkan juga bunga-bunga
Lengkap dengan kupu-kupu terbang di sekitarnya
Aku mencoba gambarkan juga
Bentuk wajahmu meski yang kuingat matamu saja
Kalau jelek, kamu jelas ga boleh marah-marah
Kapan terakhir betemu, bahkan ku sudah lupa
Penggalan lirik ini menyatakan, meski sudah lama tidak berjumpa hingga lupa kapan terakhir kali bertemu, tetapi masih bisa membayangkan hal-hal indah saat orang spesial itu ada di dekatnya. Bagian ini menyiratkan rindu yang dalam hingga membuatnya bisa membayangkan wajah sosok spesial itu, walau hanya mengingat bentuk matanya.
Ada titik-titik di ujung doa-doa keselamatan penutup malam
Kuisi dengan namamu
Kucoba memaafkanmu selalu
Kalau di situ ada salahku, maafkanku juga
Pada bagian chorus, kembali ditegaskan bahwa setiap ruang kosong di doa malamnya, selalu terselip nama seseorang. Ia bukan hanya berusaha memaafkan, tetapi juga memohon maaf atas kesalahan yang mungkin pernah ia lakukan.
Kini rasanya sulit sekali
Ingat hatiku dihancurkan jadi berkeping-keping
Kali ini aku coba merakitnya lagi
Meski kalau diamati agak aneh bentuknya
Memasuki verse kedua, ia berusaha menata ulang perasaannya yang telah terluka. Namun, perasaan yang dicoba susun kembali itu tetap terasa asing, seakan ada bagian yang hilang dan tak bisa kembali seperti semula.
Terselipkah aku di sana?
Di doa-doamu juga
Di mana pun kau kini berada
Ada titik-titik
Dalam bagian outro, tersurat pertanyaan apakah dirinya terselip dalam doa orang yang ia rindukan? Ia sendiri selalu menyebut nama orang itu dalam setiap doanya, di mana pun orang tersebut berada.
Lagu ini mengajak kita untuk belajar memaafkan dan mendoakan orang yang kita sayangi. Doa menjadi ruang tenang untuk menumpahkan rindu, menyampaikan harapan, sekaligus berdamai dengan masa lalu. Kita tidak harus menunggu kata maaf, tetapi bisa lebih dulu memilih untuk memaafkan.
(Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir)

