Liz, seorang wanita sukses yang merasa hampa dengan kehidupannya, memutuskan untuk menemukan kembali jati dirinya pascaperceraian. Ia pergi ke Italia, India, dan Indonesia guna mencari makna hidup melalui kuliner, spiritualitas, dan cinta sejati. Namun, proses tersebut tidak semudah yang ia bayangkan. Rasa kecewa, kehilangan arah, serta konflik batin menjadi tantangan yang harus ia hadapi. Semua itu tergambar dalam film Eat Pray Love.
Dibalik nama yang diambil dari salah satu anatomi tubuh perempuan, karya Sasti Gotama yang satu ini didasarkan atas beberapa penelitian mendalamnya, seperti riset medis, penalaran hukum, serta pengalaman nyata. Dengan tujuan agar dapat menggambarkan narasi luka mendalam yang kerap dialami oleh hampir keseluruhan perempuan. Karya tulis tersebut, berjudul Korpus Uterus yang dapat menghantarkan pembaca dalam lingkaran paradoks mengenai salah satu anatomi tubuh perempuan.
Hindia kembali hadir dengan melahirkan sebuah mahakarya baru, “Nafas”, pada 24 April 2026. Berkolaborasi dengan Dipha Barus, Disc Jokeydisjoki (DJ) Indonesia, serta melibatkan Matter Mos dalam penulisan liriknya.
Bagaimana mungkin benda sesederhana penutup dada dapat berkaitan dengan perjuangan hidup, bahkan bersinggungan dengan situasi politik? Pertanyaan inilah yang perlahan terjawab dalam novel Entrok, karya Okky Madasari, dengan mengangkat kisah perempuan di tengah perubahan besar dalam sejarah Indonesia.
Tubuh yang bergerak liar kehilangan kendali seolah-olah dikuasai oleh hal tak kasat mata. Tangan bergetar, langkah kaki tidak gentar bergerak entah ke mana, hingga bola mata yang terus menghadap ke atas dan tidak lagi mengikuti kehendak sendiri. Begitulah ciri-ciri seseorang yang mengalami kerasukan berdasarkan film Para Perasuk.
Selama ini, sebutan “cinta” sering kali terdengar seperti sebuah kata atau ungkapan yang memiliki makna mendalam, bahkan cenderung berat untuk diucapkan karena dirasa memiliki tanggung jawab besar yang tersimpan di balik kata itu.
Ardhito Pramono tidak sedang mencoba membuat lagu yang besar di “Ordinary Day”. Tidak ada ledakan emosi, juga tidak ada klimaks yang berlebihan. Lagu ini hanya berjalan datar, seperti hari-hari yang dijalani sejak sesuatu atau bahkan seseorang tidak lagi bisa dirasakan hadirnya.
Film horor komedi Ghost in the Cell garapan Joko Anwar hadir dengan pendekatan yang berbeda dari kebanyakan film horor. Tidak hanya mengandalkan suasana mencekam, film ini juga menyisipkan humor absurd yang membuat pengalaman menonton terasa lebih segar dan tidak monoton.
Lembaran demi lembaran dibuka, yang terungkap bisa jadi bukan kebenaran, melainkan setumpuk alibi untuk mengecoh jalannya penyidikan. Seratus halaman pertama, kamu mungkin disajikan dengan asumsi yang terlihat “benar”. Namun, seratus halaman berikutnya, asumsi lain muncul dan terlihat sama benarnya. Begitulah sang penulis selalu menyusun teka-teki dalam setiap bukunya, termasuk buku yang berjudul Kesetiaan Mr. X.
Air bendungan mengalir tenang, angin menggugurkan dedaunan, dan hewan mamalia hidup bebas di habitatnya. Namun, ditengah ketenangan itu, seekor birawa “beaver” justru menjadi pengingat atas ketidak pedulian manusia terhadap alam. Kisah ini berasal dari film Hoppers. Kisah ini bukan hanya sekedar suatu petualangan, tetapi juga refleksi tentang hubungan manusia dan alam.
