Hits: 11
Zoraya Balqis
Pijar, Medan. Dunia musik tanah air kembali diwarnai dengan kehadiran no na, girl group asal Indonesia yang berhasil mengemas lagu “Rollerblade” yang dirilis pada Jumat, (17/4/2026) dengan nuansa yang segar dan berbeda. Perpaduan alunan gamelan dan sentuhan dangdut modern menjadi identitas kuat yang membuat lagu ini mudah dikenali sejak detik pertama diputar.
no na beranggotakan empat perempuan yang terdiri dari Baila Fauri (Baila), Christy Gardena (Christy), Esther Geraldine (Esther), dan Shazfa Adesya (Shaz). Mereka mengawali debutnya dengan lagu berjudul “Shoot” yang viral di berbagai platform digital dan berhasil menarik perhatian pencinta musik internasional. Kesuksesan tersebut menjadi pijakan kuat bagi no na untuk terus mengeksplorasi identitas musikal yang lebih berani melalui karya-karya berikutnya.
Melalui “Rollerblade”, no na menunjukkan bahwa musik pop modern tidak harus meninggalkan akar budaya lokal. Lagu yang dirilis di bawah naungan 88rising ini memadukan genre musik reggaeton dengan sentuhan dangdut dan gamelan yang memperkaya ciri khas Indonesia. Kombinasi tersebut memancarkan bahwa musik Indonesia dapat enak didengar, bahkan dengan kehadiran musik modern.
Sejak bagian pembuka lagu, pendengar langsung disambut dengan dentingan gamelan yang kemudian diiringi dengan lirik Ring-a-ding-ding like a Gamelan. Dalam hitungan detik, no na seolah memberi isyarat bahwa karya ini bukan sekadar lagu pop biasa. Mereka membawa identitas Indonesia ke dalam musik yang dikemas untuk pendengar global, tanpa kehilangan ciri khasnya.
Pilihan no na untuk memasukkan unsur gamelan dan dangdut adalah langkah yang tepat. Alih-alih mengikuti formula yang sudah ada, mereka justru menawarkan sesuatu yang terasa dekat bagi pendengar Indonesia. Sentuhan gamelan yang muncul di beberapa bagian lagu berpadu dengan ritme reggaeton yang energik, menghasilkan warna musik yang terdengar optimis sekaligus akrab di telinga.
Uh, udah siap belum?
Yeah, jalan-jalan dengan sepatu rodaku
Kiri, kanan, ikuti irama lagu
Semua mata hanya tertuju padaku
Tidak hanya instrumennya, keunikan “Rollerblade” juga hadir melalui liriknya. Lagu ini memadukan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia secara natural. Kalimat-kalimat seperti udah siap belum? dan You wanna berdansa muncul di tengah lirik berbahasa Inggris tanpa terasa janggal. Perpaduan tersebut memperlihatkan identitas no na sebagai grup yang tumbuh dari budaya Indonesia dan memiliki visi untuk menjangkau pendengar yang lebih luas.
You wanna berdansa? Jangan ragu-ragu
Put me in the center, the center of the room
Jika ditelaah lebih dalam, “Rollerblade” bukan semata-mata berbicara tentang sepatu roda. Lagu ini menyampaikan pesan bahwa kita harus semangat untuk terus melaju, menikmati perjalanan hidup, dan tidak terlalu memikirkan penilaian orang lain. “Rollerblade” menjadi metafora “kebebasan bergerak” dan keberanian untuk menentukan arah sendiri.
Repetisi lirik yang terdapat di dalam lagu ini memberi kesan “candu” bagi siapa pun yang mendengarnya. Citra no na yang selalu tampil percaya diri sejak debut di dunia musik selaras dengan pesan yang disampaikan lewat lagu ini.
Video musiknya pun didominasi oleh warna-warna cerah dan suasana yang penuh semangat, seakan mengajak penonton masuk ke dunia yang menyenangkan. Adegan bermain sepatu roda dan menari bersama menghadirkan suasana yang ringan sekaligus hangat. Visual tersebut menjadi pelengkap yang memperkuat karakter lagu no na yang ceria dan penuh optimisme.
no na juga tampil membawakan lagu “Rollerblade” di salah satu kanal musik Jepang bernama THE FIRST TAKE pada Senin (11/05/2026). Mereka mencatat sejarah sebagai girl group indonesia pertama yang diundang pada ke platform tersebut. Dengan satu kali rekam, no na menunjukkan warna vokal yang merdu hingga ditonton sebanyak 1,9 JT penonton di kanal Youtube THE FIRST TAKE.
Keberanian no na dalam menggabungkan berbagai elemen musik dan budaya menjadi gerakan baru bagi musisi Indonesia yang ingin menembus pasar global. Mereka membuktikan bahwa identitas lokal bukan hambatan untuk dikenal dunia. Sebaliknya, keunikan itulah yang justru membuat sebuah karya memiliki daya tarik tersendiri di tengah persaingan industri musik yang semakin ketat.
Lewat “Rollerblade”, no na berhasil menghadirkan lagu yang tidak hanya mengajak pendengarnya bergoyang, tetapi juga menunjukkan bahwa budaya Indonesia dapat bertransformasi menjadi karya pop yang modern. Perpaduan gamelan, dangdut, reggaeton, serta visual yang cerah membuat lagu ini menjadi bukti bahwa musik Indonesia juga dapat memancarkan cahaya baru di ranah internasional. Gimana? Udah siap belum mendengarkan lagu satu ini?
(Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir)

