Hits: 8Pemenang karya tulis puisi Pijar : Nama : Tias Septilia Nim : 140406024 Nim …
Melayang, merasakan sapuan debu-debu bintang
Sesekali meloncati batu-batu asteroid
Berlomba-lomba dengan komet
Hits: 4 Puspita Oktarinanda Azmi Tiada habis berbicara soal dunia Dunia dan dunia… Ia menyendiri, keramaian seperti kesunyian…
Harus pada siapa aku mengadu tentang keegoisanku untuk melihatmu?
Ketika bulan muncul dia hanya bisa tersenyum tanpa memberitahuku
Aku rindu…
Berdasarkan ceritamu pepohonan kandas Api melahap kebanyakan lahan Kesegaran lenyap sementara udara menjadi problema Dan kau semakin takut pada negerimu
bisikan angin yang menyentuh dedaunan bagaikan suara flute yang lembut suara tetasan air penambah kemerduan Tenang, tenang, dan tenang Desir ombak di pantai bernyanyi ditepi lautan luas
Kepalamu adalah deretan huruf, yang kubaca selepas pukul dua belas malam. Disana ada dua kata yang sering kutemukan, “aku” dan “kamu”. Lalu diujungnya terselip sebuah tanda tanya, mungkin beberapa. Tunggu, aku salah, ada puluhan tanda tanya.
Kupikir kumampu mengisi seluruh halaman cerita itu hingga tamat.
Namun ternyata perubahan mengubah segalanya.
Halaman itu tak penuh, cerita itu tak berujung.
Hits: 34Puspita Oktarinanda Azmi Senjaku… Langkah itu berdecik Tepisan angin mendesakku pergi Kaki berpijak dalam, Raga memaksaku melangkah…
Cinta memang begitu sangat indah, jika orang yang mempunyai cinta dapat mengahargai sepenuhnya cinta
