Hits: 6
Puspita Oktarinanda Azmi
Merangkak mencuri cahaya yang langka
Tertunduk ku lemah dengan senyuman
Dia tak lagi menetap ditempat terbaik
Yang jauh dari kata kekaguman
Aku bermetamorfosa menjadi pribadi baru
Kekaguman itu tak sepenuhnya lenyap
Seperti lembaran kertas dengan bercak-bercak tinta
Cerita lalu terbawa bersama angin
Keyakinan kepada-Nya membuatku tenang
Apa pantas aku memendamnya?
Perkataan irit membuatku berfikir
Apa pantas mengagumi?
Cahaya yang kurampas datang kembali.
Untuknya kusematkan penghargaan
Sedikit banyak pribadiku berbeda
Tanpa ia sadar,
Tanpa ia tahu perkataan terlontar, semangat mengalir
Ucapan terimakasih ku titipkan kepada-Nya
Tak perlu ku ungkapkan secara lisan,
Biarlah ia kembali kepada yang pantas dikagumi.

