Tentang yang Pergi

Pemenang karya tulis puisi Pijar :

Nama    : Tias Septilia

Nim       : 140406024

Nim       : Departemen Arsitektur/Fakultas Teknik

 

Sejatinya, Kasih,  aku tak lagi tau siapa yang harus dikasihani

mimpi-mimpi yang terlanjur lapuk atau opera semu yang berjamur

Di antara barang usang itu, ada diorama berwarna yang tampak nyata

Darinya keluar kupu-kupu bergerak mencipta gelenyar di bawah kulitku

Dan yang kutahu, kupu-kupu tidak menggigit

 

Ada sepasang gigi yang menancap menembus ulu hati

Ah, kau tahu, Kasih, tak kutemukan barang seekor kupu-kupu di dalam

Hanya kumpulan makhluk bertaring berebut menggerogoti setiap bakal utopia

Dari merekalah suara-suara tengah malam berasal

Mencabuti harapan-harapan yang entah sejak kapan teronggok jauh di dalam sana

Menelan kamuflasemu bulat-bulat, tak ditinggalkan setitik yang bisa kubawa lari

Mereka kian merambat, Kasih

 

Kali ini kudengar suara-suara dari dalam kepalaku

Tidak, seharusnya mereka tidak tahu tempatku mengabadikanmu

Porak poranda mereka babat habis semua tentangmu

Bahkan genangan air pun iba melihat bercak-bercak asa menetes di atas kepalaku

Semakin kuseka, makin pekat ia menjelma

Tinggal hitungan waktu kau lenyap dibuyarkan serangga-serangga yang berbalik menyerang

Menyisakan aku yang harus membersihkan remah-remah kunyahan mereka

Memburu dengan denting waktu tepat di gendang telinga

Ingatlah, Kasih,  kita masih bergerak, dan kan terus bergerak

 

Dan ketahuilah, aku menolak lumpuh

Sekalipun kau hilang, tak lagi menyatu dalam satu ruang

Aku tak mau menjadi statis, karna kau semakin tak terjamah

 

Malam-malam kian merayap tanpa yang mewujud kembali

Aku mantap bergerak

Jangan berbalik, jangan berbalik, jangan berbalik

Kudengar rintihan pilu memohon di antara ruang yang kosong

Jangan berbalik, jangan berbalik, jangan berbalik

Jangan

Medan, 02 Oktober 2015

 

 

Leave a comment