Hits: 32Zoraya Balqis Kriing! Alarmku berdering lebih nyaring pagi ini. Setidaknya, alat ini menjadi alat tempur untuk melawan si Nomor…
Akhirnya,
akhirnya aku tidak bertemu denganmu lagi.
Hits: 36Kiki Nabila Tusu Kala tempat berpijak, bukan lagi tempat tuk menemukan lega Tepat di ujung sana, tak ada yang…
Hits: 43Dicky Wahyudi Sungguh, saat dekat denganmu Dengan udara yang ada di tangan itu Merekatkan semua momen di antara…
Hits: 27Putri Romawani Simanjuntak Di bawah langit yang dulu cerah membiru, kita melangkah diiringi desir keluh. Awan mulai menangis…
Hits: 19Desy Setiawati Malam itu terasa begitu sunyi. Hanya suara detak jam dinding yang menemani pikiranku yang terus berputar. Aku…
“Kael! Kael! Bangun atau Bibi Seren akan datang dengan seember airnya!” teriak perempuan kecil dengan rambut kepang dua khas miliknya itu, sembari menggoyang-goyangkan tubuh sang empunya nama.
Ada hari ketika aku ingin mengecil,
menjadi sesuatu yang tak terlihat siapa pun.
Bersembunyi di balik detak malam,
agar rasa yang kusimpan tidak terus menegurku,
setiap kali langkahmu lewat terlalu dekat.
Pintu ruangan itu sudah terbuka lebar. Sebuah pertanda bahwa kegiatan di dalamnya telah usai. Semua orang keluar satu per satu dengan wajah yang berbeda-beda. Ada yang ceria karena saatnya pulang, ada yang lesu karena lelah, dan ada yang semakin lusuh karena ada target yang harus dicapai dua minggu ke depan.
Hits: 10Hanina Afifah Hari itu, aku bertanya-tanya. Kenapa harus aku yang menghadapi semua ini? Mengapa semua orang pergi meninggalkanku?…
