Hits: 10Hanina Afifah Hari itu, aku bertanya-tanya. Kenapa harus aku yang menghadapi semua ini? Mengapa semua orang pergi meninggalkanku?…
Hits: 9Grace Noverlin Gulo Fajar mengusik mentari bersinar Kesederhanaan rumah terpancar Dinding kayu terpapar sinar Semua membuatku tersadar …
Satu kelas sudah tahu bahwa kami berlima—Aku, Lili, Nayla, Rani, dan Mira—sangat akrab. Kami selalu pergi ke mana pun bersama, mulai dari ke kantin, di kelas, hingga jalan-jalan sepulang sekolah. Banyak yang iri pada kami karena terlihat begitu kompak dan bahagia tetapi di balik keakraban dan tawa kami, ada sesuatu yang orang lain tidak tahu.
Cerita ini barangkali sederhana, tentang seorang gadis kecil yang hendak berbagi kisah tentang pahlawan hidupnya.
Hits: 27Grace Estephania Di batas senja kutitipkan angan, terhembus lembut di hembus bayangan. Sukma berlayar tanpa beban, menyusuri sunyi, mencari…
Thalassa. Nama yang diwariskan kepadaku dari mendiang ibuku yang kerap dijuluki “Sang Pelaut Giat”. Mulanya, aku sangat menyukai nama tersebut. Hingga tiba saatnya, aku menginjak bangku SMA dan teman-temanku terus memanggil “Talas” ketika aku menyusuri lorong kelas. Toh, ga salah juga.
Hits: 24Zoraya Balqis Di sudut ruang yang sunyi Sebuah kanvas dengan sigapnya berdiri Menunggu insan mengukir alunan warna Dulu,…
Untuk wanita yang di dalam namanya tersimpan surga
Mungkinkah kita bisa menulis sebuah cerita?
Cerita yang tak lekang dihapus waktu,
Yang tumbuh perlahan, di antara rindu dan restu.
Sejak kecil, cita-cita Hartono sudah jelas: ia ingin masuk ke dunia hukum. Baginya, ‘keberanian itu ada di pikiran, sedangkan keadilan ada di hati’.
Dikenal sebagai siswa paling rajin dan disiplin di sekolah, Lisa, si anak SMA yang baru duduk di kelas 11 terpaksa harus menjadi “target empuk” para pembuli. Semua bermula dari insiden kelas minggu lalu.
