Setiap tanggal 3 Mei, dunia memperingati Hari Surya Sedunia atau World Solar Day, sebagai sebuah pengingat yang mengajak setiap orang untuk menaruh perhatian lebih pada energi matahari sebagai sumber energi terbarukan yang berkelanjutan.
Tubuh yang bergerak liar kehilangan kendali seolah-olah dikuasai oleh hal tak kasat mata. Tangan bergetar, langkah kaki tidak gentar bergerak entah ke mana, hingga bola mata yang terus menghadap ke atas dan tidak lagi mengikuti kehendak sendiri. Begitulah ciri-ciri seseorang yang mengalami kerasukan berdasarkan film Para Perasuk.
Setiap tanggal 1 Mei, para pekerja di seluruh dunia termasuk Indonesia, memperingati Hari Buruh. Peringatan ini menjadi kesempatan bagi kelompok buruh untuk menyampaikan tuntutan terkait sistem kerja.
Selama ini, sebutan “cinta” sering kali terdengar seperti sebuah kata atau ungkapan yang memiliki makna mendalam, bahkan cenderung berat untuk diucapkan karena dirasa memiliki tanggung jawab besar yang tersimpan di balik kata itu.
Nama Cyndi Patricia Figo mungkin lebih dulu dikenal di dunia taekwondo. Perempuan kelahiran 2006 asal Sumatera Utara ini merupakan salah satu atlet muda yang konsisten menorehkan prestasi sejak usia remaja.
Aktivitas pembakaran sampah di sekitar lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU) semakin marak terjadi, terutama di sekitar Fakultas Hukum. Asap yang dihasilkan dari pembakaran tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap dampaknya bagi kesehatan masyarakat kampus.
Kisah kampus yang selalu menyiratkan kenangan.
Ardhito Pramono tidak sedang mencoba membuat lagu yang besar di “Ordinary Day”. Tidak ada ledakan emosi, juga tidak ada klimaks yang berlebihan. Lagu ini hanya berjalan datar, seperti hari-hari yang dijalani sejak sesuatu atau bahkan seseorang tidak lagi bisa dirasakan hadirnya.
Di tengah ramainya makanan modern dan tren kuliner yang silih berganti, ada satu sajian tradisional Indonesia yang mencuri perhatian, namanya Mi Sagu. Kuliner khas Riau ini tidak dibuat dari tepung terigu seperti mi pada umumnya, melainkan dari pati sagu.
Banyak orang pertama kali mengenal Wushu bukan dari arena pertandingan, melainkan dari layar lebar. Sosok seperti Jet Li membuat gerakan Wushu terlihat begitu ikonik, ringan, cepat, dan penuh estetika. Adegan-adegan laga yang dipenuhi lompatan tinggi, putaran di udara, hingga gerakan yang mengalir seperti tarian membentuk persepsi bahwa Wushu bukan sekadar bela diri biasa.
