Hits: 53
Dwi Garini Oktavianti
Pijar, Medan. Hasil Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) Universitas Sumatera Utara (USU) tahun 2026 resmi ditetapkan. Berdasarkan berita acara penetapan dalam sidang pleno, pasangan nomor urut 03, Angga Al Maaris Harahap dan Siti Maryani Saragih, ditetapkan sebagai Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) terpilih dengan perolehan 3.700 suara, pada Kamis (30/04/2026).
Dalam hasil resmi tersebut, pasangan 03 unggul atas pasangan nomor urut 02 yang memperoleh 2.819 suara, dan pasangan nomor urut 01 dengan 1.331 suara. Selisih perolehan suara ini menempatkan pasangan 03 sebagai pemenang dengan margin yang cukup signifikan dalam kontestasi Pemira tahun ini.
Penetapan ini sekaligus mengakhiri rangkaian panjang Pemira yang tidak terlepas dari berbagai dinamika. Proses pemilihan sempat diwarnai kericuhan serta sengketa hasil yang bergulir hingga Mahkamah Mahasiswa. Putusan sengketa tersebut kemudian menjadi dasar bagi panitia untuk melaksanakan sidang penetapan resmi, sehingga hasil akhir dapat ditetapkan secara konstitusional.
Di tengah situasi tersebut, Ketua BEM terpilih, Angga Al Maaris Harahap, memaknai kemenangan ini sebagai titik awal tanggung jawab, bukan akhir dari proses kontestasi.
“Bagi kami, kemenangan ini adalah amanah sekaligus pengingat bahwa proses yang berat itu penting untuk mendewasakan sebuah gerakan. Dinamika yang terjadi selama Pemira kemarin bukan cuma sekadar hambatan, tetapi cara kami untuk menguji sejauh mana komitmen kami buat mahasiswa,” jelas Angga.
Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan pasangan 03, Akhmad Bukhori Pane, menilai bahwa hasil ini merupakan akumulasi dari kesiapan tim sejak awal mengikuti tahapan Pemira, mulai dari pendaftaran hingga proses verifikasi.
“Prosesnya cukup panjang. Kita melewati semuanya dengan sebaik-baiknya. Saya bisa pastikan. Dari awal, pasangan ini adalah pasangan paling siap. Kita yakin dengan semangat yang kita bawa, cara berpolitik kita menentukan hasilnya. Kita melakukan semuanya dengan hormat. Strategi kita pas,” ungkap Bukhori.
Ia juga menanggapi dinamika sengketa yang terjadi sebagai bagian dari proses demokrasi.
“Kita enjoy dengan sengketa, karena itu bagian dari Pemira. Memang laporan di masa sengketa itu tidak ada yang mengarah ke pasangan calon kita sebagai pemenang. Kita menghormati semua pihak yang bersengketa. Saat semua proses sidang sengketa di ulang kembali, kita ikuti prosesnya dengan baik,” tambah Bukhori.
Meskipun hasil telah ditetapkan secara resmi, berbagai dinamika yang terjadi selama proses Pemira tetap menjadi catatan penting. Sejumlah persoalan terkait transparansi dan kepercayaan sempat muncul di kalangan mahasiswa, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi kepemimpinan baru.
Ke depannya, pasangan terpilih Angga dan Siti tidak hanya dihadapkan pada realisasi program kerja, tetapi juga pada upaya membangun kembali kepercayaan mahasiswa terhadap proses demokrasi kampus.
“Langkah pertama kami tentu melakukan rekonsiliasi. Pemira sudah selesai, sekarang waktunya kita bersatu lagi sebagai mahasiswa,” tutup Angga.
(Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir)

