Hits: 20
Indra Rana Zafira Silaban
Pijar, Medan. Berselancar di atas air merupakan salah satu olahraga yang menyenangkan. Namun, pernahkah kamu membayangkan bagaimana rasanya berselancar di atas air sambil melayang terbawa angin? Pengalaman tersebut bisa kamu dapatkan dari olahraga yang bernama Kitesurfing.
Kitesurfing merupakan olahraga selancar dengan menggunakan layang-layang besar untuk membuat para peselancar bisa bergerak melintas di atas air. Berbeda dari olahraga surfing atau selancar pada umumnya, Kitesurfing dilakukan dengan memanfaatkan energi angin untuk bergerak dan tidak bergantung pada kecepatan besarnya ombak. Oleh karena itu, olahraga ini bisa dilakukan di perairan yang tenang atau bahkan di daratan.
Sebelum menjadi olahraga populer saat ini, Kitesurfing mengalami sejarah perkembangan yang cukup panjang. Melansir dari kitesurfing-handbook.peterskiteboarding.com, kemunculan olahraga ini dimulai ketika George Pocock pada tahun 1800-an menggunakan layang-layang berukuran besar untuk menggerakkan gerobak di darat dan kapal di air. Penggunaan layang-layang tersebut bertujuan sebagai alternatif tenaga kuda.
Pemanfaatan tenaga layang-layang tersebut berlanjut pada tahun 1903. Samuel Cody, sebagai pelopor penerbangan mengembangkan “layang-layang pengangkat manusia” yang mampu menyeberangi Selat Inggris. Hingga pada akhir tahun 1970-an dan awal 1980-an, Bruno Legaignoux dan Dominique Legaignoux dari pesisir Atlantik Prancis mengembangkan layang-layang untuk Kitesurfing. Dua bersaudara ini juga mematenkan desain layang-layang tiup pada November 1984.
Popularitas olahraga ini semakin berkembang pada tahun 90-an. Melansir dari kitesurfersblog.com, Kitesurfing pertama kali dipertandingkan pada bulan September tahun 1998 di Maui, Hawaii dengan Flash Austin sebagai pemenang.
Selain itu, dilansir dari laman mapquest.com, Ketenaran olahraga ini juga tampak pada tahun 2006, ditandai dengan jumlah pemain Kitesurfing mencapai 210.000 peselancar dari berbagai belahan dunia. Bahkan di negara-negara belahan Utara, seperti Amerika Serikat dan Kanada terdapat 39.600 peselancar Kitesurfing.
Olahraga ini juga sukses masuk ke dalam pertandingan di The International Sailing Federation (ISAF) Sailing World Cup sejak tahun 2014. Hingga kini, olahraga ini semakin dikenal sebagai salah satu olahraga ekstrem. Hal ini disebabkan karena peselancar harus mampu menjaga keseimbangan antara kontrol papan dengan arus angin pada layang-layang.
Olahraga Kitesurfing memiliki cara uniknya tersendiri untuk dimainkan. Sebelum memulai, peselancar harus terlebih dahulu menerbangkan layang-layang, dan dilakukan jauh dari orang lain. Bagi para pemula, penerbangan layang-layang disarankan untuk dilakukan dari pantai sebelum menuju ke laut. Selain itu, pastikan terlebih dahulu tali layang-layang sudah rata dan terbentang.
Setelah persiapan layang-layang selesai, peselancar bisa mengikatkan kakinya ke papan selancar dengan meminta bantuan orang lain untuk memegang layang-layang yang telah terbentang. Ketika layang-layang sudah mendapatkan arus angin, maka peselancar akan tertarik ke depan keluar dari air.
Untuk mengatur kecepatan saat melakukan Kitesurfing, peselancar bisa melakukannya dengan mengubah posisi layang-layang. Selain itu, tambahan variasi gerakan seperti melompat juga dapat dipakukan. Terdapat beberapa gerakan melompat yang paling populer, yaitu grab, spin, invert, dan board-off.
Kamu tidak perlu khawatir apabila kamu adalah pemula yang ingin mencoba Kitesurfing. Kamu dapat melakukannya dengan aman dan minim risiko kecelakaan, jika kamu menyiapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan.
Perlengkapan utama yang diperlukan mencakup layang-layang, papan selancar, dan sabuk pengaman atau harness. Ada pun dua jenis layang-layang yang bisa digunakan dalam olahraga ini, seperti layang-layang tiup dan layang-layang foil. Tenaga pada layang-layang tergantung pada ukurannya. Semakin besar ukurannya, maka tenaganya juga semakin kuat, begitu pun sebaliknya.
Sementara itu, terdapat empat jenis papan selancar yang bisa digunakan, yaitu twintip, wave-board, race board, dan skimboard. Selain itu, peselancar sebaiknya juga perlu menyiapkan perlengkapan keselamatan, seperti rompi penyelamat, pelindung kepala, dan lain sebagainya.
Walaupun terlihat ekstrem dan perlu keterampilan yang cukup, olahraga Kitesurfing memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Selain itu, olahraga ini juga mampu memicu rasa tantangan yang muncul dalam diri. Jadi, apakah kamu tertarik untuk mencoba?
(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

