Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU kini resmi memiliki Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang dikelola oleh mahasiswanya. LPM ini bernaung di bawah pengawasan Pusat Pengkajian Komunikasi Massa (P2KM).
Hits: 160
Mengekspresikan rasa cinta dengan cara yang berbeda adalah salah satu nilai tambah bagi setiap pasangan. Tak jarang pula mereka menggunakan barang sebagai bukti cinta mereka. Lampion adalah salah satunya, sebagai barang bukti kita telah jatuh cinta.
Dewasa ini, banyak keluarga di perkotaan sering menghabiskan akhir pekan dan hari libur mereka di mall atau tempat perbelanjaan mewah lainnya. Rasa modern objek cuci mata itu seolah-olah mengalahkan pusat-pusat wisata daerah yang nyata sepi.
Kasar, menantang, dan keras. Begitulah kesan pertama saat membaca kalimat yang terpampang rapi pada kaos-kaos yang digandrungi anak muda Medan dewasa ini.
Kehebatan kualitas kreatifitas tidak selalu didukung materi, tetapi bagaimana suatu pertemanan mampu saling memberi inspirasi dalam mengembangkan bakat dan kemampuan. Itulah yang dilakukan komunitas film indie asal Medan, Opique Pictures yang terbentuk sejak 9 Januari 2008.
Pendidikan Indonesia sepertinya tidak keluar-keluar dari fase galau dan lebay, sebab bingung mau menyebut apa lagi. Rasanya negara ini tidak kekurangan praktisi pendidikan dan para profesor yang bisa memberi jalan keluar untuk perbaikan pendidikan. Ujian Nasional (UN) tiap tahun menjadi biang keresahan yang mampu membuat kita deg-degan. Kita mau ketinggalan berapa zaman lagi dari negara lain?
Dia bilang begini, “Kalau anak jalanan jangan pernah cobalah. Payah, aku kapoklah, mereka cuma mau memanfaatkan kita aja. Banyak menipunya. Aku pokoknya mau bantu siapa aja yang butuh, tapi kalau anak jalanan, aku lebih baik nggak bantu.”
Para remaja memenuhi ruangan itu. Puluhan pasang mata terfokus menatap monitor. Sesekali ada yang berteriak-teriak mengumandangkan komando. Hiruk-pikuk semakin mengental bersiap-siap untuk sebuah pertempuran sengit.
Demonstrasi telah usai, yang tertinggal hanyalah rentetan polemik baru. Panggung politik kita riuh dengan tulisan yang bersegel pasal tempat segala titah dapat terlaksana atau tidak untuk diributkan kembali, sebagai panggung baru politisi gedung bundar untuk memerankan siapa yang lebih merakyat dan siapa yang tidak merakyat.
