Hits: 2

Viona Matullessya

Pijar, Medan. Delegasi Uni Eropa yang terdiri dari 16 diplomat memulai kunjungan tiga hari di Medan (19-21/10).  Kunjungan ini dipimpin oleh Duta Besar Uni Eropa, Vincent Guerend dan diikuti oleh para diplomat dari 12 negara anggota Uni Eropa antara lain, Duta Besar Austria (Helene Steinhausi), Duta Besar Yunani (Georgios Dogoritis), Duta Besar Irlandia (Kyle O’Sullivan), Duta Besar Italia (Vittorio Sandalli), Duta Besar Hongaria (Judit Nemeth-Pach), dan Duta Besar Slovakia (Michal Slivovic).

Acara ini bertujuan untuk memberikan informasi beasiswa dan studi di Eropa. Pameran ini juga turut memberikan informasi lewat presentasi oleh Kedutaan Besar Inggris/British Council, Kedutaan Besar Irlandia, Kedutaan Besar Swedia, Kedutaan Besar Polandia, Campus France/ IFI, DAAD Jerman, Nuffic Neso Belanda, Uni-Italia dan Uni Eropa.

Kegiatan ini dimulai dengan menyelenggarakan diskusi dengan masyarakat sipil tentang Hak Asasi Manusia, toleransi umat beragama, lingkungan hidup dan pendidikan. Kemudian, dilanjutkan dengan pembukaan acara Pameran Beasiswa Uni Eropa oleh Duta Besar Uni Eropa, Vincent Guerend di Hotel Aryaduta Medan.  Pameran ini juga turut menghadirkan sekelompok wanita Sumatera Utara yang menampilkan kerajinan tenun dari berbagai daerah di Indonesia. Para wanita ini berpartisipasi dalam proyek yang didanai Uni Eropa.

Kegiatan ini nantinya akan dilanjutkan dengan pertemuan rombongan para diplomat dengan gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi untuk berdiskusi tentang perkembangan politik, sosial, dan ekonomi daerah. Acara hari pertama juga akan diakhiri dengan pertemuan komunitas bisnis dari pengurus dan anggota Kamar Dagang dan Industri Indonesia Cabang Sumatera Utara serta walikota Medan, Dzulmi Eldin. Di hari kedua, delegasi akan melakukan kunjungan ke situs-situs kebudayaan di Medan dan menyelenggarakan seminar tentang kepariwisataan berkelanjutan di USU. Kemudian delegasi akan mengunjungi Pelabuhan Belawan- PT Pelindo 1- untuk mengetahui lebih jauh tentang kegiatan pelabuhan. Di hari terakhir, delegasi akan berkunjung ke Unit Konservasi Gajah Tangkahan di Taman Nasional Gunung Leuser.

Salah satu yang menarik minat peserta adalah hadirnya stand yang disertai presentasi Beasiswa Erasmus+. Beasiswa ini merupakan salah satu program Uni Eropa (UE) di bidang pendidikan, pelatihan, pemuda, dan olahraga. Beasiswa ini diperuntukkan bagi program master dan doktoral. Dalam presentasinya, Erasmus+ yang dijurubicarai oleh salah satu alumninya menyampaikan keuntungan baik dari segi finansial maupun pengalaman yang dapat diperoleh melalui beasiswa ini. Selain itu, beasiswa ini tidak memiliki syarat spesifik dalam pengajuannya, cukup dengan mengunggah ijazah dan kelengkapan data diri lainnya, beserta sertifikat TOEFL atau IELTS dengan indeks nilai untuk TOEFL 550 dan IELTS 6,5.

Pengunjung berdiskusi mengenai Beasiswa Uni Eropa di salah satu stan Study In Sweden. Pameran Beasiswa Uni Eropa berlangsung di Hotel Aryaduta. (19/10). Fotografer : Dita Andriani
Pengunjung berdiskusi mengenai Beasiswa Uni Eropa di salah satu stand Study In Sweden. Pameran Beasiswa Uni Eropa berlangsung di Hotel Aryaduta. (19/10).
Fotografer : Dita Andriani

Di salah satu stand yang ada di Pameran, Antoni Hilman, delegasi Universitas di Perancis dari Kedutaan Besar Perancis di Jakarta menjelaskan betapa pentingnya masyarakat Medan terutama mahasiswa untuk menghadiri kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini akan mengenalkan negara-negara Uni Eropa terutama Perancis soal pendidikan dan beasiswanya.  Antoni juga menyampaikan harapannya untuk kegiatan ini, “Harapan saya, setelah pengunjung datang ke sini, mereka jadi terbuka untuk informasi pendidikan dan sekolah, tidak harus dari S1 di luar negeri, selesaikan dulu S1 di Indonesia, pelajari setiap Universitas dan kurikulumnya, kemudian lanjutkan S2 dan S3 di Uni Eropa, terutama di Perancis. Setelah itu wawasan akan terbuka, dari negara yang ia belajar itu kemudian bisa membangun Indonesia dengan kultur yang di dapat di luar negeri”.

“Uni Eropa tertarik untuk meningkatkan kerjasama dengan provinsi Sumatera Utara dan mempererat hubungan dengan Medan, sebagai ibukota provinsi dan pusat kawasan. Kami melihat ini sebagai kesempatan yang penting untuk mempresentasikan kegiatan Uni Eropa di Indonesia, dan menjalin hubungan dengan pemerintah setempat, komunitas bisnis dan masyarakat sipil, serta lingkungan akademik dan para mahasiswa,” tutur Duta Besar Uni Eropa melalui siaran Pers yang dibagikan kepada setiap peserta pameran.

Salah satu pengunjung yang merupakan alumni Sastra Jepang Universitas Sumatera Utara (USU), Dina. Gadis penyuka bahasa ini mengungkapkan antusiasnya terhadap acara ini terutama pada program beasiswa yang ditawarkan. “Bagus sih, kan mereka buat boot gitu, dimana mereka ngasih penjelasan apa aja yang harus dipersiapkan untuk beasiswa, kayak kualifikasi biar kita bisa dapatin beasiswa ke luar. Terutama beasiswa Erasmus+ itu, karena kita bisa kuliah di tempat yang berbeda-beda, bahkan dua sampai tiga negara dalam satu program master selama dua tahun itu,” jelas gadis berkacamata itu.

 

Leave a comment