Nia Nuryanti Barus

“Sebagai orang muda, kita harus aktif, berkreasi, dan juga berinovasi. – RD. Antonius Haryanto

Pijar, Medan. Di era digital sekarang, para kaula muda diharapkan mampu merintis sebuah usaha sehingga nantinya dapat menjadi seorang wirausahawan. Oleh karena itu, Gereja Katolik Indonesia membuka acara Kick Off Start-up Weekend Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yang diadakan secara live streaming melalui kanal Youtube Katolik Vidgram pada Sabtu (09/05) pukul 14.00-16.00 WIB dengan mengangkat tema “Digital sebagai Jembatan Kasih dan Harapan”.

Acara ini adalah sebuah pelatihan pembuatan usaha rintisan berbasis teknologi dalam waktu 54 jam. Program ini diselenggarakan oleh Komisi Kepemudaan dan Komisi Pengembangan Ekonomi (PSE) KWI.  Rangkaian program ini dilakukan dengan metode daring dan luring yang dilakukan sejak bulan Mei hingga Oktober 2020.

Kick Off Startup Weekend KWI bertujuan untuk melahirkan pengusaha muda katolik yang berasaskan solidaritas dengan kegiatan pengembangan karakter dan pengetahuan pengolahan sumber daya lokal menjadi produk atau jasa yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomis. Nantinya program ini akan hadir di 14 keusukupan di Indonesia.

Acara ini dibuka oleh Mgr.Pius Riana Prapdi yang merupakan Uskup Ketapang sekaligus Ketua Komisi Kepemudaan KWI serta RD. Antonius Haryanto selaku Sekretaris Eksekutif KOMKEP KWI. Selain itu, turut pula mengundang narasumber inspiratif seperti Daniel Mananta, Faye Alund, dan RD. Ewaldus. Acara ini diisi dengan berbagai macam penjelasan kegiatan yang akan dilakukan, Q&A, dan juga games.

Dalam acara ini, Mgr. Pius Riana berpesan agar kaula muda tidak mudah menyerah. Walaupun dalam masa masa sulit seperti ini, orang muda harus mampu menjadi nabi masa kini yang mampu mengubah wabah menjadi berkah. Selain itu, disampaikan pula bahwa wirausaha adalah hal yang membawa kebaharuan dan sekarang adalah saatnya kita sebagai orang muda menjadi pembaharu.

Pendukung KWI

“Allah selalu melibatkan orang muda karena orang muda adalah pelaku perubahan,” ujar Mgr. Pius Riana Prapdi.

Dalam membangun sebuah usaha, sering sekali banyak kendala yang muncul sehingga menghambat perkembangan usaha yang dijalankan. Untuk menghadapi hal tersebut, Daniel Mananta yang merupakan salah satu narasumber dalam acara ini berpesan agar kita dapat menghadapi kendala tersebut. “Karena ketika kita mampu menghadapinya, maka kita akan menjadi orang yang berkembang. Setelah kita melewati setiap kendala tersebut, kita akan naik ke kelas selanjutnya,”  pesan Daniel.

(Redaktur Tulisan: Widya Tri Utami)

Leave a comment