Hits: 33
Cindy Nathasya Silalahi
Pijar, Medan. Departemen Teknik Elektro bersama Program Studi Sastra Indonesia Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar perayaan natal, bertemakan “Hidup Baru Membawa Damai”. Perayaan kali ini tidak hanya bentuk perayaan iman, tetapi juga menjadi momentum perenungan dan refleksi bersama. Acara perayaan natal dilaksanakan di Gelanggang Mahasiswa USU, pada Minggu (14/12/2025).
Tema yang diangkat dalam perayaan natal ini bersumber dari ayat Alkitab 2 Korintus 5: 17-18, yang menekankan makna pembaruan hidup dan panggilan untuk menjadi pembawa damai di dalam kehidupan sehari-hari, sesuai dengan kehendak Tuhan.
Metha Alyona Silalahi, sebagai salah satu panitia penyusun tema natal Teknik Elektro dan Sastra Indonesia, menyampaikan bahwa terdapat alasan khusus di balik pemilihan tema tersebut.
“Pemilihan tema ‘Hidup Baru Membawa Damai’ supaya kita dapat merefleksikan kehidupan ini dalam kehidupan sehari-hari. Akhir-akhir ini sering terjadi berbagai bentuk kekacauan dan konflik, baik di antara keluarga, masyarakat, maupun di negara kita. Untuk itu, tema ini sangat relevan dengan kondisi saat ini yang membutuhkan sebuah perdamaian,” ungkapnya.
Sejalan dengan tema itu, melalui khotbahnya, Pendeta Cami Oberman Silalahi, menyampaikan bahwa setiap orang yang hidup di dalam Tuhan merupakan ciptaan baru. Setiap orang yang menjadi ciptaan baru tersebut dipanggil untuk meninggalkan kehidupan lama dan melangkah menuju kehidupan baru.
“Makna hidup baru mengajak kita untuk tidak terus-menerus terikat pada kehidupan masa lalu. Melainkan berani untuk melangkah dan menjalani kehidupan baru yang lebih cerah, dengan mengandalkan Tuhan sebagai perantara dalam menghadirkan kedamaian, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar kita,” ucapnya.
Lebih lanjut, Cami juga menyoroti mengenai tantangan kehidupan modern yang kerap membuat manusia terikat pada kehidupan duniawi, serta kehilangan kedalaman makna hidup yang sesungguhnya. Ia juga menegaskan bahwa hidup baru bukan sekadar perubahan sesaat, melainkan sebuah proses bertumbuh dan berkomitmen untuk selalu mengandalkan Tuhan dalam menjalani kehidupan.
Atas terselenggaranya Natal Teknik Elektro dan Sastra Indonesia 2025 ini, Metha berharap bahwa makna kedamaian itu bukan hanya dipahami sebagai hidup yang tenteram, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dengan menjadi agen perubahan. Hal tersebut dapat dimulai dari lingkungan kampus yang terdekat, dengan menjadi seseorang yang membawa kedamaian, seperti menjadi pendengar atau penengah ketika ada konflik yang terjadi.
(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

