Hits: 44
Samuel Sinurat
Pijar, Medan. Hari Kesaktian Pancasila berbeda dengan Hari Lahir Pancasila. Perbedaan kedua hari nasional ini dapat dilihat pada tanggal peringatan masing-masing. Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni untuk memperingati hari lahirnya rumusan dasar negara Indonesia oleh sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Sementara itu, Hari Kesaktian Pancasila diperingati pada tanggal 1 Oktober. Peringatan ini berkaitan dengan gugurnya perwira angkatan darat akibat G30S/PKI.
Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk seluruh elemen masyarakat Indonesia dalam meneguhkan dan memperkuat Pancasila sebagai ideologi bangsa. Pancasila merupakan dasar negara yang menjadi landasan, pondasi utama, dan titik acuan Indonesia dalam mengatur aspek-aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak lepas dari kisah buruk yang mendasarinya. G30S/PKI menjadi sejarah kelam bangsa Indonesia yang tidak bisa dilupakan oleh seluruh masyarakat. Penculikan dan pembunuhan tujuh petinggi tentara angkatan darat yang didalangi oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai aksi pemberontakan adalah gerakan yang begitu keji.
Setelah peristiwa mengerikan tersebut, pada tanggal 17 September 1966, Jenderal Soeharto mengeluarkan surat keputusan Menteri/Panglima angkatan darat. Dalam surat tersebut dinyatakan bahwa Hari Kesaktian Pancasila harus diperingati oleh seluruh slagorde (pasukan) angkatan darat dengan mengikutsertakan angkatan lainnya serta masyarakat.
Peran Pancasila sebagai ideologi dan tatanan hidup bangsa Indonesia harus tetap dipertahankan agar tidak digantikan oleh ideologi lainnya. Sebagai masyarakat Indonesia, kita harus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila. Pengamalan nilai-nilai tersebut dapat kita lakukan dengan meningkatkan rasa patriotisme dan nasionalisme pada tanah air, mengamalkan nilai yang terkandung dalam Pancasila dengan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari, serta menghormati jasa para pahlawan yang telah gugur dalam mempertahankan Pancasila sebagai ideologi bangsa.
(Redaktur Tulisan: Tasya Azzahra)

