Hits: 2
Ruth Syahputri Situmorang
Pijar, Medan. Menjalani perkuliahan sambil membangun bisnis dan aktif dalam organisasi bukan hal yang mudah. Hal tersebut dijalani Daffa Rizki Hervindo, mahasiswa Program Studi Kewirausahaan Universitas Sumatera Utara (USU) yang mengembangkan usahanya di tengah kesibukan akademik dan organisasi. Baginya, setiap pengalaman menjadi kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan diri sebagai entrepreneur muda.
Ketertarikan Daffa pada dunia usaha tumbuh seiring minatnya terhadap fotografi dan videografi sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Saat kuliah, ia mulai melihat peluang untuk mengubah minat tersebut menjadi bisnis.
Pada 2023, saat ia berkunjung ke Bandung, ia melihat banyak jasa photobooth di Jalan Braga yang masih belum sering di lihat olehnya di kota Medan. Dari situ ia melihat peluang bisnis yang ingin ia bawa ke Medan. Daffa membangun Cekrekbox, layanan photobooth yang dirintis seorang diri dan menggunakan tabungan pribadinya.
Menjalankan usaha membuat Daffa belajar banyak hal yang tidak hanya berkaitan dengan produk, tetapi juga pengelolaan keuangan, operasional, pemasaran, dan kerja sama tim. Ia menyadari bahwa setiap bisnis memiliki tantangan berbeda.
Dalam mengambil keputusan, Daffa berusaha menyeimbangkan keyakinan dengan pertimbangan yang matang. Ia juga memiliki prinsip yang membantunya melihat peluang tanpa mengabaikan kemampuan dan kondisi yang dimiliki
“Aku optimis dan realistis sih, bukan pesimis. Aku orang yang sangat jarang pesimis. [Akan] tetapi aku sudah pasti realistis dalam melihat hal kedepannya” ungkapnya.
Selain mengembangkan bisnis, Daffa juga aktif dalam organisasi kampus. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan di program studinya dan menjalani dua periode sebagai Kepala Bidang di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Perguruan Tinggi Sumatera Utara. Pengalaman tersebut kemudian membawanya ke tanggung jawab yang lebih luas, sebagai Ketua HIPMI Perguruan Tinggi Sumatera Utara, yang resmi dilantik pada September 2026.
Melalui HIPMI PT Sumatera Utara, Daffa tidak hanya menjalankan kegiatan organisasi, tetapi juga ingin mendorong mahasiswa agar berani memulai dan mengembangkan usaha. Menurutnya, organisasi tersebut memiliki peran penting dalam membantu anggotanya mendapatkan akses terhadap peluang, modal, dan relasi yang dibutuhkan untuk berwirausaha.
“Tugas utama dari HIPMI PT atau HIPMI Perguruan Tinggi itu dua. Pertama, bagaimana caranya kader-kader pengurus yang ikut di organisasi HIPMI ini yang belum punya usaha menjadi punya usaha. Tugas kedua, bagi mereka yang udah punya usaha, mereka bisa naik kelas,” jelasnya.
Pengalaman dalam bisnis dan organisasi juga membawanya mengikuti kompetisi kewirausahaan. Bersama timnya, Daffa berhasil meraih juara ketiga dalam ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo. Ia mengingat proses tersebut sebagai pengalaman berharga karena harus meyakinkan anggota tim untuk tetap menjalankan bisnis sekaligus menghadapi persaingan dalam kompetisi.
Bagi Daffa, ketiga bidang yang dijalaninya memberikan pelajaran berbeda. Perkuliahan menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan, bisnis menjadi tempat menerapkan ide dan menghadapi tantangan secara langsung, sedangkan organisasi membantunya mengembangkan kemampuan memimpin dan bekerja sama dengan orang lain.
Perjalanan Daffa menunjukkan bahwa mengembangkan potensi diri tidak harus dilakukan melalui satu bidang saja. Dengan terus belajar dari perkuliahan, pengalaman berbisnis, dan keterlibatan dalam HIPMI, ia berusaha membangun kemampuan yang dapat mendukung langkahnya sebagai pengusaha muda. Baginya, setiap proses merupakan bagian dari perjalanan untuk berkembang dan membuka peluang yang lebih luas.
(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

