Hits: 5
Celsi Roma Uli Br. Manurung / Kiki Nabila Tusu
Pijar, Medan. Raim Laode kembali hadir dengan karya-karya yang menyentuh banyak hati penggemarnya. Tentang perasaan tulus yang tercipta antara dua insan di waktu yang salah. Di masa keduanya telah memilih jalan yang berbeda, sehingga sisa rasa itu hanya bisa dicurahkan lewat doa. Rasa ini dikemas oleh Raim lewat lagu “Dunia Yang Nanti” yang dirilis pada 24 April 2026 sebagai trek ketiga dari album debut iqro’.
Raim sendiri adalah penyanyi asal Wakatobi, Sulawesi Utara yang kini namanya ramai dibicarakan di dunia musik tanah air. Kata-kata puitis yang ia rangkai dengan indah dalam setiap lirik lagunya, berhasil melekat dalam hati para pendengar.
“Dunia Yang Nanti” pertama kali tayang dalam bentuk video lirik di channel YouTube @RaimLaode, dan sudah ditonton lebih dari 54 juta kali. Lagu ini juga sudah diputar hampir 13 juta kali di aplikasi musik Spotify.
Lagu ini menyimpan makna yang berarti tentang cinta yang tak sempat diungkapkan, rindu yang terpendam dan rasa ikhlas untuk berhenti berharap. Raim sendiri tidak menyebutkan untuk siapa lagu ini disampaikan. Namun, jelas lagu ini ditujukan kepada seseorang yang sangat berarti, yang hanya bisa ia hadiahi doa karena keadaan tidak mengizinkan mereka bersama.
Waktu bawa kita ke tempat tak teduga
Kau hadir kembali menyapa hidupku
Kau ada yang miliki, ku ada yang punyai
Juga ada rasa yang belum sempat terucap
Bait ini menjelaskan, tentang seseorang dari masa lalu yang kembali hadir tanpa direncanakan dan membangkitkan perasaan yang belum benar-benar selesai. Namun, pada kenyataannya ada hati lain yang harus ia jaga, sehingga perasaan yang ingin diungkapkan harus tetap tersimpan.
Tak banyak inginku, tak banyak inginmu
Kita dua hati yang bodoh berjalan pada waktu
Ungkapan ini menunjukan kesadaran bahwa hubungan yang mereka alami bukanlah kesalahan, tetapi waktu dan keadaan lah yang menempatkannya di posisi yang salah. Kata “Bodoh” adalah pengakuan jujur tentang ketidakberdayaan manusia ketika berhadapan dengan cinta.
Itulah kenapa jatuh cinta dikatakan jatuh
Karena sebagaimana kita jatuh
Kita tidak punya kuasa
Pilih jatuh pada hati yang mana
Bait ini menggambarkan bagaimana jatuh cinta tidak bisa direncanakan. Bahwa perasaan terkadang tidak memberi sinyal sebelum datang, sehingga kita tidak bisa membantunya memilih pada siapa ia akan jatuh. Hingga pada akhirnya, hati mungkin bisa merasakan cinta tanpa diminta, tetapi tidak semua rasa harus berakhir dengan memiliki.
Mana bisa kutahan senyum sederhanamu
Karena tidak bisa kupunyai
Maka kudoakan kisah
Kita satu di dunia yang nanti
Dalam bagian outro, tersirat rasa ketidakberdayaan hati saat dihadapkan dengan harapan. Di mana rasa itu tidak lagi jatuh pada keinginan untuk saling memiliki, melainkan menitipkan harapan lewat doa. Bahwa jika ada kesempatan lain, Raim mengungkapkan sekilas doa untuk bertemu di waktu yang tepat dan dengan cara yang lebih baik.
Lagu ini mengajarkan kita banyak hal tentang keikhlasan, tentang kemungkinan-kemungkinan yang tidak bisa kita pastikan. Bahwa jika bukan sekarang, mungkin ada waktu lain ketika segala sesuatu menjadi lebih baik. Tentang perasaan yang tidak selalu harus dimiliki. Karena pada nyatanya, merelakan juga salah satu bentuk cinta yang paling tulus. Lagu “Dunia Yang Nanti” hadir untuk membantu kamu berdamai dengan perasaan dan diri sendiri.
(Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir)

