Hits: 82
Muhammad Fikri Haikal Saragih
Pijar, Medan. Di tengah derasnya arus informasi, ada satu nama yang kerap muncul di gawai anak muda Indonesia, yaitu Ferry Irwandi. Ia merupakan sosok yang menjadikan media digital sebagai ruang untuk bersuara.
Ferry merupakan seorang kreator konten dan YouTuber Indonesia yang banyak digandrungi oleh anak muda karena konten-kontennya berkaitan dengan edukasi terkait politik, pendidikan, stoikisme, keuangan, dan isu sosial lain. Hal yang membuat populer akhir-akhir ini karena keberaniannya dalam menyuarakan kebenaran dan kritik tajam.
Meskipun saat ini berkarier sebagai kreator konten, dulunya ia merupakan lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), hingga bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Dalam pekerjannya tersebut, ia memiliki posisi sebagai videografer. Kemudian, Ferry berhenti dari pekerjaannya dan mulai menekuni dunia kreatif pada tahun 2010.
Dalam kanal YouTube pribadinya, Ferry sering membuat konten edukasi mengenai politik, pendidikan, stoikisme, bahkan tidak jarang membahas terkait sisi gelap Non-Farm Payroll (NFP) dan maraknya judi online di kalangan publik figur.
Nama Ferry mulai dikenal secara luas setelah tampil di sejumlah siniar (podcast) populer, seperti Close the Door milik Deddy Corbuzier, Denny Sumargo, dan lainnya. Hingga saat ini, akun YouTube pribadinya telah memiliki 1,9 juta pelanggan (subscribers) dan 3,1 juta pengikut di Instagram.
Selain menggeluti dunia kreatif, Ferry juga menginisiasi proyek bersama dengan sejumlah pemengaruh (influencer) yang bernama Malaka Project. Proyek ini diresmikan oleh Ferry dan timnya di Djakarta Theater pada 20 Oktober 2023 silam.
Malaka Project yang diinisiasi olehnya ini memiliki tujuan untuk memberikan akses pendidikan yang mudah di Indonesia agar dapat membentuk masyarakat baru yang cerdas, kritis, dan empatik. Dilansir dari inilah.com, Malaka Project percaya anak muda memiliki andil besar dalam mewujudkan Indonesia Emas 2024.
Dikenal sebagai intelektual yang lantang menyuarakan isu politik dan sosial melalui kontennya, namanya pernah viral setelah melontarkan kritik terhadap pemengaruh yang melakukan promosi judi online, giveaway palsu, dan konten menyesatkan. Dengan gaya yang tegas dan lugas, Ferry berani menyingkap praktik culas yang terjadi di ruang digital.
Belakangan, pria kelahiran Jambi ini kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pengguna media sosial melalui kemunculannya di program Rakyat Bersuara. Ferry dengan lantang menyampaikan kritik tajam terhadap sejumlah kebijakan publik yang dinilai tidak pro rakyat. Bersama para aktivis lainnya, ia menyoroti tunjangan yang didapat oleh anggota DPR yang menurutnya tidak masuk akal.
Kehadirannya di dunia digital menjadi gambaran betapa besar potensi media sosial dalam membentuk ruang diskusi alternatif dan membuka perspektif yang luas. Ferry memadukan konten dengan nilai keberanian, mengingatkan publik bahwa media sosial bukan hanya platform hiburan semata, tetapi juga bisa menjadi kekuatan untuk menyuarakan kepentingan rakyat.
Baginya, keberanian dalam menyuarakan kebenaran adalah warisan yang ia berikan pada generasi berikutnya. Ferry juga selalu memegang teguh filosofi dan refleksi yang menggambarkan semangat intelektual dan idealisme sepanjang kariernya. Hal inilah yang membuat dirinya dikagumi sebagai sosok perlawanan anak muda Indonesia.
“Ide tidak bisa dibunuh atau dipenjara” —Ferry Irwandi.
(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

