Hits: 32

Adinda Amelia Putri Br. Tarigan

Pijar, Medan. Peringatan Hari Radio Nasional atau Hari Radio Republik Indonesia (RRI) jatuh pada tanggal 11 September 2025 dengan mengusung tema “Memperkuat Peran RRI Mendukung Tujuan Negara, Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Hari Radio Nasional diperingati dengan tujuan untuk mengenang hari lahirnya RRI pada tahun 1945.

Dilansir dari indonesiana.id, selama pendudukan Jepang, radio-radio siaran Jepang berkumandang, dan stasiun radio sebelumnya dimiliki oleh Belanda telah diakuisisi oleh Jepang. Namun, pada 19 Agustus 1945, siaran radio Jepang berhenti setelah dikalahkan oleh pihak sekutu. Setelah itu, pada tanggal 11 September 1945, para pemilik stasiun radio Jepang di beberapa kota mengadakan pertemuan di Jakarta, dan memutuskan untuk mendirikan stasiun Radio Nasional yang bekerja sama dengan pemerintahan Indonesia.

Penggunaan radio menjadi salah satu alat yang digunakan untuk menjadi sarana penyampaian informasi antara Presiden dan Pemerintah RI dengan Rakyat Indonesia. Seperti ketika kekalahan Jepang, radio menjadi alat penting dalam menyebarkan berita kemerdekaan Indonesia. Keputusan Soekarno-Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan diumumkan melalui siaran radio, agar bisa diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia kala itu, dan menjadi babak baru dalam sejarah Indonesia.

Penggunaan radio tidak seramai penggunaan media komunikasi lainnya, tetapi radio tetap menjadi alat perantara komunikasi yang mudah untuk diakses, terutama di daerah terpencil tanpa akses internet yang baik, dan yang tidak memiliki saluran televisi untuk diandalkan. Radio bisa menjadi salah satu solusi media penyampaian informasi yang murah, dan tidak memerlukan koneksi internet, ataupun perangkat mahal lainnya.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur sekaligus Koordinator Mitra Publik Broadcasting Watch (MPBC), Immanuel Yosua Tjiptosoewarno, menjelaskan bahwa radio masih tertinggal dengan platform digital lainnya dalam menyebarkan informasi.

“Radio seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Namun, dalam konteks perkembangan media baru, radio justru masih tertinggal dibandingkan dengan platform digital lainnya,” ucapnya di laman resmi kpi.go.id.

Saat ini, radio sudah mengikuti arus perkembangan teknologi, dengan adanya pilihan untuk menampilkan siaran langsung melalui platform siaran YouTube. Sehingga, saat ini kita tidak hanya  sekadar mendengar suara saja, melainkan kita juga bisa melihat visual orang di balik suara tersebut.

“Radio sebenarnya punya ruang sendiri. Inovasi seperti radio berbasis internet, streaming radio, dan podcasting awalnya adalah wilayah radio. Namun, kini formatnya berkembang dengan tambahan elemen audio visual. Radio harus mampu beradaptasi dengan tren ini agar tetap relevan,” tambah Yosua.

Peringatan Hari Radio Republik Indonesia (RRI) yang ke-80 ini bukan sekadar memperingati berdirinya sebuah lembaga penyiaran saja. Namun, peringatan ini menjadi momen bagaimana radio berperan besar dalam menyampaikan informasi ke seluruh wilayah di Indonesia. Dengan memperingati Hari Radio Nasional ini, peran radio diharapkan terus mampu menjadi perantara komunikasi antarwilayah.

(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

Leave a comment