Hits: 19
Grace Noverlin / Ayu Nabila Putri
Pijar, Medan. Lembaga Pers Mahasiswa Suara USU menyelenggarakan pameran seni dengan tajuk “Glow in the Dark: Echoes from the Dark”. Pameran ini gratis dan terbuka untuk publik, dengan menampilkan berbagai karya mahasiswa, komunitas kreatif, dan seniman muda, yang diadakan di Cannu Coffee & Eatery pada Sabtu (6/12/2025).
Febby Juanita Lase, selaku Ketua Panitia, menyampaikan bahwa tema ini dipilih sebagai respon terhadap situasi Indonesia saat ini. Tema tersebut menggambarkan suara suara yang tak terdengar dari berbagai isu sosial, seperti krisis kemanusiaan, bencana alam, hingga isu lain yang tidak mendapat ruang pembahasan memadai di masyarakat.
Melalui karya-karya yang ditampilkan, Suara USU ingin menyoroti bahwa meski berada dalam kegelapan, selalu ada cahaya berupa pesan, keresahan, dan harapan yang perlu didengar publik.
“Kami ingin masyarakat dan pemuda menjadi lebih aware, karena banyak suara yang sebenarnya penting, tetapi tidak terdengar,” ujar Febby.
Berbeda dari tahun sebelumnya yang bertema “Express Yourself”, tema tahun ini lebih fokus pada refleksi kondisi sosial. Pameran ini juga melibatkan beberapa komunitas mitra seperti Medan Heritage, Florist, dan Metabox untuk memperkaya pengalaman pengunjung. Persiapan acara berlangsung selama dua bulan, dan seluruh peserta seni berpartisipasi melalui mekanisme open submission, yang kemudian diseleksi panitia berdasarkan kesesuaian tema.
Pameran dibagi menjadi beberapa zona, yaitu ruang lukisan, ruang tulisan, dan fotografi, serta area luar ruangan untuk penampilan seni dan gerai kolaborasi komunitas. Dalam mengisi zona tersebut, Febby menjelaskan bahwa mereka menerima sebagian besar karya-karya yang dikirimkan, selama masih memiliki keterkaitan dengan tema.

(Fotografer: Ayu Nabila Putri)
“Hampir semua karya kami terima, kecuali yang temanya kurang sesuai. Kalau masih ada kaitannya, tetap kami tampung,” jelasnya.
Salah satu pengisi acara, Adilla Juli Azzahra, tampil melalui pembacaan puisi “Sajak Rajawali” karya W.S. Rendra. Ia mengaku tertarik ikut karena kecintaannya pada sastra, dan konsep acara yang menurutnya menarik.
“Tema acaranya keren banget, apalagi ada pameran lukisan juga. Saya suka dengan hal-hal begitu,” ucapnya.
Sebagai penutup, Febby berharap pameran ini dapat menjadi ruang yang aman bagi mahasiswa dan pemuda, untuk menyuarakan pandangan mereka terhadap isu sosial melalui karya.
(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

