Hits: 64

Kiki Nabila Tusu

Pijar, Medan. Di tengah krisis demokrasi yang terjadi belakangan ini, munculnya isu kenaikan tunjangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memicu kericuhan di Indonesia. Mahasiswa, selaku salah satu peserta aksi yang banyak turun ke jalan, turut menyampaikan orasi mereka mengenai penolakan kenaikan tunjangan DPR. Mereka juga mendatangi seluruh kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk melakukan unjuk rasa terkait hal tersebut.

Aksi ini dilakukan guna menyuarakan keadilan dan kebijakan yang berpotensi merugikan masyarakat. Para mahasiswa dan masyarakat bersama-sama turun ke jalan untuk mendesak pihak pemerintah agar membatalkan kenaikan tunjangan DPR. Hal ini dapat menunjukkan bahwa isu yang terjadi adalah isu penting. Berbagai kericuhan terjadi dan berdampak serius, seperti pembakaran fasilitas umum, hingga penjarahan.

Reza Febriansyah, salah satu mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara, mengaku bahwa alasan utamanya turun ke jalan adalah untuk menyuarakan ketidakadilan, juga penolakan terhadap kebijakan kenaikan tunjangan DPR secara langsung.

“Alasan utamanya, tentu pasti karena ingin menyuarakan ketidakadilan dan penolakan terhadap kebijakan kenaikan tunjangan DPR. Dengan turun langsung, saya merasa lebih terlibat dan bertanggung jawab sebagai seorang mahasiswa. Saya turun dengan maksud pure untuk menyuarakan aspirasi kami,” ujarnya.

Di sisi lain, seorang mahasiswa diberikan tanggung jawab penuh mengenai tugas-tugasnya. Beberapa dari mereka yang tidak ikut turun ke jalan karena keperluan lain, memilih untuk turut menyuarakan aspirasi dengan cara yang bervariasi. Salah satunya adalah lewat media sosial. Meski tidak turun ke jalan, mereka tetap dapat menyampaikan aspirasi kepada pemerintah, sekaligus turut mengajak masyarakat lewat postingan media sosial yang mereka miliki.

Yessi Suryani Rambe, salah satu mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara, mengungkapkan caranya untuk turun berpartisipasi dalam aksi demonstrasi dengan cara lain.

“Saya tidak ikut turun ke jalan kemarin, karena kebetulan masih mengerjakan beberapa tugas yang numpuk. Tetapi, saya tetap ikut bersuara kok. Saya ikut memposting ulang di cerita Instagram, TikTok, yang menurut saya pengaruhnya cukup besar. Walaupun tidak turun langsung ke jalan, setidaknya konten yang saya bagikan bisa menjangkau masyarakat luas, dan semoga bisa menyadarkan mereka mengenai hal ini,” tuturnya.

(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

Leave a comment