Di tengah krisis demokrasi yang terjadi belakangan ini, munculnya isu kenaikan tunjangan DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) memicu kericuhan di Indonesia. Mahasiswa, selaku salah satu peserta aksi yang banyak turun ke jalan, turut menyampaikan orasi mereka mengenai penolakan kenaikan tunjangan DPR. Mereka juga mendatangi seluruh kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk melakukan unjuk rasa terkait hal tersebut.
Aksi demonstrasi yang digerakkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sumatera Utara (USU) yang terjadi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatra Utara (Sumut) berakhir ricuh. Ratusan massa yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian. Peristiwa kericuhan ini terjadi pada Selasa (26/8/2025).
Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar aksi demo di depan Polda Sumatera Utara pada Jumat (9/6/23). Tujuan dari aksi demo tersebut supaya kasus Mahira segera diproses. Masa aksi diikuti 70-100 orang yang berasal dari berbagai elemen, mulai dari Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) USU dan Ikatan Mahasiswa Sosiologi FISIP USU (IMASI), mahasiswa Sosiologi FISIP USU, pihak keluarga almarhumah Mahira, kuasa hukum, beserta awak media.
