Hits: 38
Kurratul Aina / Lainatus Syifa Hasibuan
Pijar, Medan. Universitas Sumatera Utara (USU) terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan internasionalisasi kampus. Hal tersebut ditandai dengan peresmian Gedung USU Student Service Center, sekaligus International Lounge. Diresmikan pada Selasa, 9 September 2025, pembangunan gedung ini merupakan wujud internasionalisasi dan simbol transformasi layanan USU yang modern dan inklusif, serta merupakan pusat pelayanan terpadu bagi mahasiswa.
Di dalam gedung tersebut, terdapat Kantor Urusan Internasional (KUI) yang menjadi pusat koordinasi seluruh kegiatan dan layanan bertaraf internasional di lingkungan USU. KUI berperan sebagai penghubung antara universitas dengan berbagai institusi, serta mitra luar negeri yang dikoordinasikan melalui dua divisi utama, yakni Divisi Inbound dan Divisi Outbound.
Divisi Inbound melayani tamu asing yang datang ke USU, seperti mahasiswa, dosen, peneliti, dan perusahaan asing dalam berbagai program pertukaran pelajar, kursus singkat (short course), maupun konferensi internasional. Divisi ini juga mengurus dokumen administrasi, seperti visa, izin belajar, izin tinggal, dan izin keluar (exit permit only) bagi mahasiswa asing yang telah menyelesaikan studi.
Sementara itu, Divisi Outbound membantu mahasiswa, dosen, dan peneliti USU yang mengikuti kegiatan akademik di luar negeri, termasuk pengurusan visa dan dokumen imigrasi untuk keberangkatan.
Menurut keterangan Rudy Sofyan, selaku Kepala Kantor Urusan Internasional USU, pembangunan gedung ini merupakan bentuk keseriusan USU dalam menciptakan layanan yang mendukung aktivitas internasional kampus.
“Benar, fokus kami memang pada upaya internasionalisasi. Tugas kami adalah melayani mahasiswa dan perusahaan asing yang datang ke USU, sekaligus membantu mahasiswa, dosen, dan peneliti USU yang akan berangkat ke luar negeri. Kami juga memberikan pendampingan dalam pengurusan dokumen seperti paspor dan visa,” ujarnya.
Sebagian besar proses administrasi USU Student Service Center dilakukan secara daring melalui surel (e-mail), khususnya bagi mahasiswa asing sebelum tiba di Indonesia. Setelah kedatangan, mereka akan mendapatkan pendampingan melalui fasilitas sudut imigrasi (immigration corner), yang berfungsi untuk mengurus proses pengambilan data biometrik, verifikasi dokumen, serta perpanjangan izin belajar dan izin tinggal. Mekanisme ini dirancang agar proses kedatangan dan penyesuaian mahasiswa internasional di USU berjalan lebih efisien dan terkoordinasi.
Rudy Sofyan juga menyampaikan bahwa gedung USU Student Service Center saat ini sudah sangat memadai untuk melayani mahasiswa asing maupun lokal. Ia berharap ke depan USU dapat terus meningkatkan fasilitas pendukung berstandar internasional, termasuk asrama atau penginapan bagi mahasiswa internasional.
“Kami bersyukur telah diberikan tempat yang nyaman untuk melayani mahasiswa asing dengan lebih baik. Ke depan, kami berharap USU dapat menghadirkan fasilitas yang semakin lengkap agar seluruh kegiatan akademik bertaraf internasional dapat berjalan optimal,” ujarnya.
(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

