Hits: 1131
Grifin Angelina Tobing
Pijar, Medan. Ada banyak jenis seni bela diri dari berbagai belahan dunia yang merambah masuk ke Indonesia, salah satunya adalah Kempo. Ternyata, seni bela diri yang satu ini adalah seni bela diri yang tertua dan menjadi akar dari seni bela diri lainnya seperti Karate, Ju Jitsu, Aikido, dan Judo.
Jika melihat dari sejarahnya, Kempo sebenarnya berasal dari India yang dikenalkan oleh Pendeta Buddha bernama Dharma Thaisi ketika berada di negeri itu. Setelah lama berkelana di India, ia kembali ke China dan mengenalkan Kempo di sana. Kempo berkembang pesat di China dan Jepang dengan memadukan budaya masing-masing lalu melahirkan dua teknik utama yaitu Goho (Memukul, menendang, dan menangkis) serta Juho (Teknik lunak).
Hal yang menjadikan Kempo unik adalah keabsahannya yang menjadi seni bela diri, bukan olahraga. Alasan Kempo disebut seni bela diri dikarenakan ada teknik mematikan yang digunakan dalam melawan dan tidak bisa digunakan sembarangan. Karena itu, Kempo termasuk seni bela diri yang tertutup.
Organisasi Kempo Dunia (World Shorinji Kempo Organization) juga tidak menginginkan jati diri Kempo hilang sebagai seni bela diri dengan tidak mengikutkan Kempo dalam level Olimpiade Internasional, Asian Games, maupun SEA Games karena ada beberapa teknik yang akan hilang apabila Kempo dimasukkan kedalam kejuaraan.
Selain itu, keunikan lainnya juga terletak dari filosofi Kempo sendiri. Kenshi (atlet Kempo) diharuskan memaknai bela diri yang sebenarnya. Mereka dilarang melakukan penyerangan sebagai gerakan awal dalam pertandingan. Kenshi hanya diperbolehkan memulai dengan teknik menangkis dan menyerang balik. Hal ini dikarenakan setiap ‘serangan’ memiliki filosofis yang berarti ‘cobaan atau kesulitan’ hidup yang bisa datang kapan saja. Oleh karena itu, kenshi memerlukan persiapan yang matang baik mental dan fisik dalam memaknai serangan yang datang.
Di Indonesia, Kempo dibawa masuk oleh tiga pemuda yang baru selesai melaksanakan studinya di Jepang pada awal tahun 60-an. Mereka adalah Utin Syahraz (Alm.), Indra Kartasasmita, dan Ginanjar Kartasasmita. Mereka membentuk PERKEMI (Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia) sebagai wadah untuk belajar bela diri Kempo di Indonesia pada tanggal 2 Februari 1966.
Salah satu atlet Kempo, Wesman Perangin angin, mengatakan awalnya Kempo tidak mendapatkan banyak perhatian dari masyarakat Indonesia. Akan tetapi, dengan berkembangnya waktu, seni bela diri ini semakin banyak diminati dan melahirkan kenshi-kenshi yang tersebar di seluruh penjuru tanah Air.
Atlet Kempo Indonesia juga sudah beberapa kali mengharumkan nama Indonesia. Salah satu yang paling terbaru, perwakilan Indonesia berhasil meraih 5 medali emas dalam ajang E-Kempo IKF World Championship 2021. Selain medali emas, Indonesia juga memborong 6 medali perak dan 5 perunggu.
(Redaktur Tulisan: Muhammad Farhan)

