Zurkhaneh: Olahraga Bela Diri Tertua di Dunia

Sumber foto: sfiran.com

Anggi Yessika Situmorang/Esra Natalia Margaretha

Pijar, Medan. Republik Islam Iran adalah sebuah negara di Asia barat yang sarat dengan sejarah peradaban Persia kuno. Memiliki keberagaman budaya indah yang membuat Iran menjadi salah satu negara yang istimewa. Zurkhaneh salah satu contohnya, budaya olahraga tradisonal Iran yang merupakan salah satu warisan budaya Persia Kuno yang telah diakui dunia. Sampai saat ini, para atlet berkumpul setiap malam setelah bekerja untuk berlatih sehingga tetap melestarikan warisan kuno Persia.

Zurkhaneh merupakan suatu bentuk ritual atau nama tempat pelakanaan ritual untuk sebuah sistem olah tubuh tradisional yang digunakan untuk melatih para ksatria di Iran pada masa lalu. Zurkhaneh jika diterjemahkan ke dalam bahasa inggris, berarti house of strength yang diambil dari bahasa farsi yakni zur atau zoor berarti kekuasaan dan khaneh berarti rumah. Tujuan awal dari institusi ini adalah untuk melatih manusia sebagai pejuang dan menanamkan rasa kebanggaan nasional kepada mereka untuk mengantisipasi pertempuran yang akan datang.

Olahraga zurkhaneh merupakan warisan asli Iran yang sudah ada lebih dari 3000 tahun yang lalu. Diakui oleh UNESCO sebagai olahraga seni bela diri tertua di dunia, zurkhaneh memadukan seni bela diri ini dengan unsur spiritual Islam, gerakan senam, kalistenik, latihan kekuatan, hingga unsur seni yang diiring dengan musik. Sebagian besar gerakan zurkhaneh memakai gerakan senam gimnastik dan klimaksnya dengan latihan tarung atau pertempuran dalam bentuk olahraga gulat sebagai suatu bentuk penyerahan diri yang disebut koshti pahlavani. 

Ciri khas dari olahraga ini terdapat pada ritualnya yang unik. Ritual berlangsung dengan para olahragawan berdiri melingkar sepanjang arena zurkhaneh dan kemudian melakukan gerakan spesifik mengikuti arahan seseorang pemimbing atau guru yang disebut morshed yang diambil dari bahasa Persia. Sepanjang ritual berlangung, mereka melakukan gerakan sesuai dengan alunan irama pukulan zarb (gendang)

Metode pemanasan zurkhaneh ini terbilang unik yakni memutarkan tubuh seperti gerakan para sufi yang mendekatkan diri dengan Allah dan gerakan lain seperti mendayung, berbaring telentang yang dilakukan tanpa memerlukan peralatan khusus. Selain itu, alat yang digunakanpun sangat berbeda dengan olahraga pada umumnya. Seperti metode push up, takhte shena, yang menggunakan papan seperti bilah kayu, meel yang terbuat dari gada kayu dengan berbagai bobot yang digunakan oleh olahragawan untuk memperkuat dan membentuk bahu dan lengan sebagai pengganti barbel. Sang yang memakai dua batu berbentuk tapal kuda yang menyerupai perisai para prajurit dan terakhir kabbadeh atau kaman mirip dengan busur panah.

Derah latihan zurkhaneh yang berbentuk oktagonal ini sengaja dibuat beberapa meter lebih rendah daripada daerah lainnya. Pintu masuk arena latihan zurkhaneh ini juga memiliki filosofi tersendiri. Sengaja dibangun pendek, membuat tubuh setiap lapisan masyarakat pada saat masuk harus membungkuk hormat ketika memasuki tempat suci ini sehingga melambangkan nilai kesopanan dan kerendahan hati.

Zurkhaneh adalah tempat suci dan dihormati secara ritual. Oleh karena itu, setiap orang yang masuk harus mengikuti dan menghormati segala aturan yang berlaku. Apalagi setelah Islam masuk di Iran dan memberikan dimensi religius dalam olahraga ini, seperti atlet yang tidak suci menurut hukum Islam dilarang keras masuk ke dalam zurkhaneh.

Dahulu Zurkhaneh hanya untuk persiapan perang, namun kini menjadi latihan pembentukan nilai-nilai kebajikan. Saat ini, Zurkhaneh semakin banyak diminati di beberapa negara di dunia, termasuk di Eropa, Amerika bahkan Indonesia. Olahraga inipun telah masuk daftar sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 25 November 2010 dan disebut sebagai jenis olahraga bela diri yang heroik.

(Editor: Muhammad Farhan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *