Hits: 3

Grace Noverlin Gulo

Pijar, Medan. M Bloc Design Week menghadirkan pameran desain bertajuk Daur Rupa. Kegiatan ini menjadi wadah apresiasi bagi para pelaku industri desain sekaligus memperkenalkan potensi kawasan Kesawan melalui berbagai karya dan gagasan kreatif yang belum banyak diketahui masyarakat. Diadakan di Pos Bloc Kesawan, ini berlangsung selama 10 hari, yaitu mulai dari 23 Oktober hingga 1 November 2026.

Taufik Azmal, selaku Person in Charge (PIC) dalam kegiatan ini, menjelaskan bahwa M Bloc Design Week merupakan agenda yang diselenggarakan untuk mengapresiasi karya-karya desain dari pelaku industri kreatif di sejumlah kota di Indonesia, seperti Jakarta, Bali, Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan Medan. Menurut Taufik, Kota Medan memiliki potensi besar dalam industri desain, tetapi masih membutuhkan ruang untuk memperkenalkan dan mengapresiasi karya para pelakunya kepada msyarakat luas.

“Medan ini punya potensi, tetapi tidak punya wadah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pemilihan Kesawan sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada potensi kawasan tersebut yang masih dapat dikembangkan. Kesawan dinilai memiliki berbagai sisi menarik yang belum banyak diketahui masyarakat, terutama dari segi sejarah, desain, dan perkembangan kawasan perkotaan.

Salah satu gagasan yang diangkat dalam rangkaian kegiatan ini adalah “What If Kesawan”. Konsep tersebut mengajak masyarakat membayangkan berbagai kemungkinan lain dari kawasan Kesawan. Pengunjung tidak hanya diajak melihat kondisi kawasan saat ini, tetapi juga mengenal berbagai gagasan dan rancangan desain yang pernah dibuat namun belum terealisasi. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami bahwa sebuah kawasan memiliki banyak kemungkinan untuk berkembang.

daur rupa
Salah satu pameran daur rupa yang ada di pos bloc, lampu buatan Haris Munandar desainer produk dari bandung, lampu dari bahan bekas polycarbonate.
(Fotografer: Grace Noverlin Gulo)

 

Taufik juga menjelaskan bahwa terdapat sejumlah karya alternatif desain yang ditampilkan dalam pameran, salah satunya berkaitan dengan rancangan Lapangan Merdeka sebelum revitalisasi yang sekarang. Beberapa rancangan tersebut pernah menjadi alternatif, tetapi tidak banyak diketahui masyarakat.

“Kesawan itu mungkin banyak orang melihat kondisi yang sekarang. Namun, dari beberapa praktisi dan pameran yang kita buat, ternyata Kesawan itu punya banyak wajah yang tidak terekspos,” jelasnya.

Selain pameran, M Bloc Design Week juga menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung. Di antaranya Group Discussion bertajuk “Environmental Literacy Session”, Design Talk bertema “What If Kesawan“, serta “Beyond the Creative Divide”. Rangkaian kegiatan tersebut juga dilengkapi Walking Tour bertajuk “Hidden in Plain Sight” pada 1 November untuk mengajak pengunjung mengenal cerita-cerita tersembunyi di kawasan Kesawan.

Melalui kegiatan ini, Taufik Azmal  berharap masyarakat dapat lebih mengenal dunia desain dan industri kreatif sebagai bagian dari perkembangan Kota Medan. Taufik juga berharap kegiatan serupa dapat terus hadir dan membuka peluang bagi pelaku kreatif lokal untuk menunjukkan kemampuan serta karya mereka. Ia ingin masyarakat menyadari bahwa pameran desain dan kegiatan seni juga memiliki ruang untuk berkembang di Kota Medan.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment