Hits: 6
Rafa Wardhana
Pijar, Medan. Jawaban yang terbayang di pikiran kamu saat ditanya olahraga apa yang menggunakan meja sebagai media untuk permainannya? Kebanyakan orang mungkin akan menjawab Tenis Meja. Namun, tahukah kamu kalau ada olahraga berbasis sepak bola yang menggunakan meja sebagai lapangannya? Olahraga ini disebut dengan Teqball dan dimainkan di atas meja khusus yang melengkung. Mejanya sendiri dinamakan dengan meja teq dengan ukuran panjang sekitar 3 meter dan lebar 1,7 meter.
Melansir dari Historia, Teqball dikembangkan pertama kali pada tahun 2012 oleh beberapa orang yang berasal dari Hungaria, yaitu Gabor Borsanyi, Viktor Huszar, dan Gyorgy Gattyan. Gabor merupakan seorang pemain sepak bola yang pensiun di usia dini, Huzar adalah seorang ilmuwan komputer sekaligus pecinta sepak bola, sementara Gyorgy ialah pengusaha yang memberikan dukungan finansial dan strategis sehingga Teqball dapat berkembang menjadi cabang olahraga global yang dipertandingkan hingga ke level internasional seperti Asian Games
Dikutip dari tempo.co olahraga Tegball berkembang dengan pesat dan piala dunianya pertama kali diadakan di Budapest, Hungaria pada tahun 2017. Kompetensi ini diikuti sebanyak 20 negara. Di tahun 2018, piala dunia Tegball diadakan kembali di Reims, Perancis dan diikuti sebanyak 90 peserta.
Menurut data pada laman tempo.co, olahraga Teqball dipromosikan di Indonesia pada tahun 2018 saat menjadi tuan rumah Asian Games oleh Federasi Internasional Teqball (FITEQ). Eric Thohir yang saat itu menjabat sebagai Ketua Penyelenggara Asian Games diberikan mandat oleh FITEQ untuk membentuk organisasi olahraga Teqball Indonesia. Pada tahun 2019, terbentuklah National Federation Teqball Indonesia (INATEQ) yang menjadi wadah untuk olahraga Teqball di Indonesia.
Permainan Teqball dimainkan oleh dua orang dalam pertandingan tunggal atau tiga sampai empat orang dalam pertandingan ganda. Dilansir dari espos.id, permainan Teqball dimainkan dengan menggunakan bola sepak dan pemain menggunakan kaki, lutut, dada, hingga kepala untuk mengontrol bola. Setiap pemain hanya dapat menyentuh bola sebanyak tiga kali dan kemudian mengembalikan ke area lawan.
Dalam permainan Teqball, anggota tubuh yang sama tidak boleh digunakan secara berturut-turut. Lengan dan tangan tidak diperbolehkan menyentuh bola. Sistem pertandingan menggunakan best of three sets. Satu set dimainkan hingga 12 poin dengan set penentuan dimenangi dengan selisih dua poin. Servis dilakukan bergantian setiap dua poin.
Di pagelaran Asian Games tahun 2026, tim Teqball Indonesia berhasil menorehkan prestasi yang sangat membanggakan. Mengutip dari cnn.indonesia.com, Yoga Ardika Putra berhasil meraih medali perunggu di nomor tunggal putra.
Sementara itu, di nomor tunggal putri, Sumaya berhasil melaju ke babak final dan meraih medali perak setelah kalah dari wakil Myammar, Wai Khin Hnin dengan skor 12-10, 8-12, dan 9-12.
Dengan prestasi yang telah diraih oleh atlet Teqball Indonesia di Asian Games 2026, menjadikan bukti bahwa olahraga ini memiliki potensi untuk terus berkembang dan menjadi tempat untuk atlet Indonesia menunjukkan kemampuannya, meraih prestasi, dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
(Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir)

