Hits: 6
Nazwa Amanda Putri/ Fadhilah Safa Salsabila Desky
Pijar, Medan. Hari Hak Asasi Binatang yang diperingati setiap 15 Oktober menjadi pengingat pentingnya perlindungan hewan dari kekerasan dan pengabaian kebutuhan dasar. Peringatan ini mendorong masyarakat untuk memperhatikan tidak hanya kelangsungan hidup hewan, tetapi juga kesejahteraan mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Organisasi Kesehatan Hewan Dunia atau World Organizsation for Animal Health (WOAH) menjelaskan dalam laman resmi woah.org, bahwa kesejahteraan hewan mencakup kondisi fisik dan mental dalam kaitannya dengan keadaan tempat hewan hidup dan mati. Artinya, perhatian terhadap hewan tidak cukup diwujudkan hanya melalui pemberian makanan, tetapi juga pemenuhan kebutuhan kesehatan, kenyamanan, dan rasa aman.
Dalam pedomannya, WOAH menjelaskan lima kebebasan sebagai acuan kesejahteraan hewan. Kelimanya meliputi kebebasan dari haus dan lapar, kekurangan gizi, ketakutan, tekanan, ketidaknyamanan fisik dan suhu, rasa sakit, cedera, penyakit, serta kebebasan mengekspresikan perilaku alami.
Semangat dalam memahami kebutuhan hewan juga tercermin dalam tema Hari Hewan Sedunia pada 4 Oktober 2026, See the World Through Their Eyes. Naturewatch Foundation selaku koordinator mengajak masyarakat mempertimbangkan kehidupan dari sudut pandang hewan serta dampak aktivitas manusia terhadap mereka.
Ardina Raudhatussyifa, mahasiswa jurusan paramedik veteriner, menilai kesejahteraan hewan perlu diperhatikan karena mereka mampu merasakan sakit dan ketidaknyamanan. Ia menyoroti kebutuhan hewan yang kerap terabaikan, termasuk pada hewan peliharaan, karena mereka tidak dapat menyampaikan perasaannya melalui bahasa manusia.
“Hak-hak dasar seperti poin-poin five animal freedoms sering dilupakan oleh manusia dalam berinteraksi dengan hewan,” ujarnya.
Berdasarkan pengamatannya, perlakuan terhadap hewan liar masih beragam. Ada orang yang bersikap ramah dan memberikan makanan, tetapi ada pula yang acuh hingga melakukan kekerasan yang dianggap sebagai candaan. Ia mengaku pernah menemukan tindakan menendang kucing ketika mendekat serta pemberian makanan yang tidak sesuai bagi hewan tersebut.
Untuk meningkatkan kepedulian, ia menekankan pentingnya edukasi persuasif mengenai kebutuhan hewan dan hak mereka untuk merasa aman. Informasi tentang penyakit menular juga perlu disampaikan secara tepat agar tidak menimbulkan kecemasan yang berujung pada kebencian terhadap hewan.
“Aku harap manusia juga dapat memperhatikan dan tidak menganggap remeh kesejahteraan hewan, mau itu hewan liar, peliharaan, eksotik, dan lainnya,” tuturnya.
Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir

