Hits: 7
Citra Relitna Ginting
Pijar, Medan. (07/10) Lembaga Pers mahasiswa Suara Kampus menyelenggarakan peringatan hari ulang tahun Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol, Padang, Sumatera Barat yang ke 50 tahun. Dalam perayaan 50 tahun IAIN Imam Bonjol, Suara Kampus memeriahkannya dengan mengadakan Pelatihan Jurnalistik Lanjut Nasional (PJTLN) yang turut mengundang peserta-pesertanya dari berbagai daerah yaang berada di luar Sumatera Barat, seperti Lampung, Riau, dan Sumatera Utara, yang bertemakan Juranlisme Data. Namun pada hari ini merupakan pembukaan dari acara PJTLN dengan seminar “Cerdas Bermedia di Era Digital” yang dibawakan oleh Imam Wahyudi yang merupakan anggota Dewan Pers Media Indonesia dan Yose Hendra yang merupakan Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang.
Dalam seminar Cerdas Bermedia di Era Globalisasi tersebut Yose Hendra (Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen Padang) mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan sangat pesat dalam pengaksesan internet di Era Globalisasi 2012- 2016. Dan Indonesia termasuk Big Five dalam penggunaan sosial media secara keseluruhan dunia. Namun yang yang akan menjadi patokan utama dalam pembahasan seminar tersebut adalah Pers. Yang mana pada masa kini jurnalis cenderung 85% mengutip informasi dari sosial media dan 15% dari TKP. Lembaga Pers yang mengutip informasi berdasarkan info yang masuk dari sosial media maka tidaklah disebut Pers. Karena Pers adalah Lembaga yang mengelolah informasi dengan memverifikasi kebenaran informasi yang masuk tanpa adanya keraguan. Terkecuali jika berita yang telah dimuat di web portal Pers tersebut, kemudian ingin di publikasikan ke sosial media. Bagi kita yang akan menjadi target sasaran media- media online pada masa ini harus lebih memperhatikan dalam mengonsumsi media yang kurang kekredibelitasnya . karena kita sebagai konsumen juga sebagai produser. Tindakan yang harus kita lakukan adalah selalu melakukan pengecekkan ulang sebelum melakukan share atau broadcast , jangan membagikan informasi tersebut jika masih diragukan keakredibelitasannya.
Dalam materi berikutnya, Imam Wahyudi (anggota Dewan Pers Media Indonesia) memberikan pengibaratan yang berkaitan dengan media masa kini. Yang pertama yaitu adalah seseorang yang harus menembak sebuah apel yang berada di atas kepala seorang pria tanpa menyakiti pria tersebut, dengan menggunakan senapan. Dalam pengibaratan tersebut, Imam Wahyudi menerangkan bahwa itu adalah pengibaratan untuk media cetak seperti koran, yang mana target sasaran yang dituju adalah si pembaca. Sasaran tersebut akan mengenakkan hanya untuk para pembaca media cetak. Yang kedua yaitu ledakan bom nuklir, yang merupakan pengibaratan dari media online. Karena dengan media online, satu berita yang dibuat akan sangat berdampak besar, bahkan menyeluruh ke seluruh masyarakat yang mengakses berita tersebut.
Dengan berkembangnya media secara pesat di masa ini, kita sebagai konsumen haruslah cermat dalam mengonsumsi informasi- informasi yang disajikan oleh media- media. Namun dengan berkembangnya new media , berita yang di muat di web juga dapat diunggah ke media sosial.
Harapan Nike Ardila sebagai salah satu pesrta PJTLN yaitu agar dapat memfasilitasi dan memuaskan para peserta dalam mengikuti acara seminar “Cerdas Bermedia di Era Globalisasi”. Dan Nike Ardila juga mengungkapkan keingannya agar LPM Stipertif dapat mengadakan Pelatihan Jurnalistik Lanjut Nasional.

