Hits: 2
Evelin Margareta Purba
Pijar, Medan. Amerta, panitia yang terdiri dari beberapa mahasiswa Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Sumatera Utara (USU), menggelar kampanye “Trashformer” sebagai upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan sampah plastik. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo FISIP USU dari pukul 09.00–12.00 WIB pada Rabu (8/10/2026).
Mengusung tagline “Your Trash, Your Treat”, Trashformer mengajak mahasiswa untuk tidak langsung memandang sampah plastik sebagai suatu barang yang harus segera dibuang. Melalui pemilahan, penggunaan kembali, dan upcycling, sampah plastik dapat diolah menjadi barang yang memiliki nilai guna.
Dalam pelaksanaannya, Trashformer berkolaborasi dengan Bank Sampah Induk New Normal. Bersama Yasra S.H selaku Founder Bank Sampah Induk New Normal, kolaborasi mencakup edukasi mengenai sampah plastik, pendampingan dalam kegiatan mengelola sampah menjadi kreasi, serta penyaluran sampah yang terkumpul.
Kegiatan dikemas dalam bentuk lokakarya (workshop) yang melibatkan praktik peserta secara langsung dalam mengelola sampah menjadi kreasi. Peserta memanfaatkan sampah plastik yang mereka bawa maupun yang telah dikumpulkan oleh panitia. Sampah tersebut kemudian diolah menjadi suatu karya atau produk sederhana yang dapat digunakan kembali, seperti gantungan kunci dan tatakan pensil.

(Sumber Foto: Dokumentasi panitia Amerta)
Anastasia Yolanda selaku panitia menjelaskan bahwa Trashformer ditujukan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa bahwa sampah plastik sekali pakai masih dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.
“Acara ini kami buat supaya mahasiswa selaku target peserta kami dan panitia, lebih memahami dan lebih sadar bahwa penggunaan sampah, terutama sampah plastik sekali pakai, masih bisa digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat menjadi ladang uang ataupun ladang bisnis. Semoga peserta dan panitia bisa lebih aware tentang sampah, terutama sampah plastik. Apalagi mengingat bahwa Medan itu salah satu kota penghasil sampah terbanyak, dan kita termasuk salah satunya,” ucapnya.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari mahasiswa, salah satunya Emia Annisa Ginting dan Syahputri Mariani Hasibuan. Keduanya menilai Trashformer sebagai kegiatan yang bermanfaat dan memberikan pengetahuan baru mengenai pengelolaan sampah.
“Mengikuti kegiatan Trashformer menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat, sih, untuk aku. Selain menambah wawasan tentang sampah yang dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali, kegiatan ini juga membuat saya lebih termotivasi untuk membiasakan diri memilah dan mengurangi sampah dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Emia.
Syahputri berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan melibatkan lebih banyak mahasiswa.
“Semoga kegiatan seperti Trashformer dapat terus dilaksanakan dan semakin banyak mahasiswa yang ikut berpartisipasi. Melalui kegiatan ini, harapan saya kedepannya semakin banyak orang yang sadar bahwa menjaga kebersihan dan mengelola sampah merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Syahputri.
Melalui Trashformer, Amerta berharap mahasiswa semakin memahami pengelolaan sampah plastik dan terdorong untuk melihat bahwa sampah tidak selalu harus berakhir sebagai limbah, tetapi dapat digunakan kembali atau diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai jual.
(Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir)

