Nathasya Sianipar

Pijar, Medan. Sejak masa pandemi, aktivitas yang biasa kita lakukan sehari-hari mengalami perubahan. Segala kegiatan, baik itu bekerja, belajar, bertransaksi, dan lainnya pun ikut terhambat. Perubahan yang ada tentu saja memberikan dampak di berbagai aspek kehidupan, baik fisik maupun mental.

Membahas soal mental, Universitas Atma Jaya mengadakan webinar kesehatan mental remaja dengan harapan agar para partisipan dapat menemui titik terang dan menyadari tentang pentingnya kesehatan mental. Webinar yang berlangsung melalui Zoom meeting dan live streaming Youtube pada channel SEMA FTI UAJY ini diadakan pada hari Minggu (21/3), dengan mengangkat tema ‘Mental Health Fifty Shades of Happiness’. Tak kalah menarik, Devina Priskila Zabrina M.Psi, selaku Psikolog sekaligus founder dari Touche Development Center menjadi narasumber pada webinar ini.

Ada tiga hal yang dapat menjadi orientasi kebahagian, yaitu masa lalu yang sudah terlewati, masa depan yang diharapkan, dan masa kini yang sedang terjadi. Ketiga orientasi tersebut dijelaskan oleh Devina bahwa kebahagiaan masa kini cenderung mengalir dan sederhana. “Kebahagiaan masa kini itu cenderung sederhana dan mengalir, hal-hal kecil pun bisa membuat kita bahagia. Contohnya itu seperti saat kita diet seminggu, terus kita cheat day nih, boleh makan coklat, ice cream, dan makan banyaklah. Hal kecil seperti itu kan bisa buat kita merasa senang”, jelasnya.

Kebahagiaan bisa kita dapatkan dengan salah satu cara, yaitu memaafkan. Memaafkan merupakan salah satu hal yang dapat menentukan kebahagiaan kita. Hal tersebut dapat menuruni tingkat depresi, anxiety, dan lainnya. Maka dari itu, mulailah untuk mudah memaafkan, terutama memaafkan diri sendiri. Hal itu merupakan suatu respon terhadap stimulus. “Kalau kita katakan kita bahagia tetapi kita belum memaafkan diri kita sendiri, belum memaafkan orang lain, kita belum berdamai dengan diri sendiri. Itu artinya kita belum mendapatkan kebahagiaan seutuhnya”, tambah Devina.

Memaafkan memang bukanlah hal yang mudah, tetapi dengan memaafkan kita dapat menerima dan mengikhlaskan pengalaman serta perbuatan seseorang. Selain itu, memaafkan juga akan membuat inner peace atau kedamaian batin kita lebih merasakan bahagia yang seutuhnya.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Leave a comment