Hits: 14

Sri Muliana

Pijar, Medan. Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan ragam kuliner dengan cita rasa yang beragam, mulai dari manis, pedas, hingga gurih. Salah satu kuliner yang cukup populer di masyarakat adalah Cuanki, hidangan khas Bandung yang dikenal dengan kuah gurih hangat serta beragam isian seperti bakso, siomai, dan tahu kering.

Cuanki merupakan kuliner yang memiliki sejarah cukup menarik. Nama “Cuanki” dipercaya  berasal dari Bakso Tahu Kuah Choan Kie, sebuah panganan dimsum berkuah yang populer di Bandung. Dalam bahasa Tionghoa, “Choan Kie” berarti rezeki. Seiring berjalannya waktu, nama Cuanki lebih dikenal masyarakat luas.

Pada dekade 1980-an, sejumlah mantan pegawai Choan Kie yang berasal dari Bandung, Garut, dan Ciamis mulai memproduksi serta menjual Cuanki secara mandiri. Mereka juga melakukan modifikasi pada bahan dasar Cuanki yang semula menggunakan minyak dan daging babi menjadi ikan agar dapat dinikmati oleh masyarakat yang lebih luas. Inovasi tersebut turut berkontribusi dalam memperkenalkan Cuanki hingga dikenal di berbagai daerah.

Selain berasal dari nama Choan Kie, banyak masyarakat juga meyakini bahwa Cuanki merupakan singkatan dari “Cari Uang Jalan Kaki”. Sebutan ini muncul karena dahulu para penjual Cuanki menjajakan dagangannya dengan berjalan kaki sambil membawa pikulan atau gerobak kecil berisi bahan dan peralatan memasak. Cara berjualan tersebut menjadi ciri khas Cuanki sebelum akhirnya banyak dijual di warung dan rumah makan.

Seiring perkembangan zaman, Cuanki juga mengalami berbagai inovasi tanpa meninggalkan cita rasa khasnya. Kini banyak kedai Cuanki permanen yang bermunculan dan menjadi destinasi kuliner favorit masyarakat. Di Bandung, beberapa kedai Cuanki legendaris bahkan menjadi buruan wisatawan yang ingin menikmati hidangan berkuah gurih.

Perkembangan Cuanki juga terlihat dari hadirnya berbagai inovasi yang mengikuti tren masa kini. Selain tersedia dalam bentuk siap saji, Cuanki kini juga dipasarkan dalam versi instan melalui berbagai platform belanja daring. Kehadiran variasi topping dan rasa baru turut membuat kuliner khas Bandung ini semakin dikenal dan diminati, khususnya oleh kalangan generasi muda.

Melansir dari halodoc.com, Cuanki umumnya menggunakan bakso ikan yang kenyal dan lembut, serta diisi dengan adonan ayam atau daging sapi cincang yang gurih. Selain itu, jajanan khas Kota Kembang ini memiliki kuah yang kaya rempah, menggunakan campuran antara kaldu sapi, tulang ikan, dan bumbu-bumbu pilihan.

Kuah Cuanki dikenal memiliki warna bening dengan cita rasa gurih yang tidak terlalu berat. Berbeda dengan beberapa jenis bakso lainnya, kuah Cuanki tidak terlalu didominasi rasa lemak sapi sehingga terasa lebih ringan saat dinikmati. Bakso yang digunakan juga memiliki tekstur lembut dan halus. Perpaduan kuah hangat, bakso lembut, serta berbagai isian lainnya membuat Cuanki menjadi salah satu kuliner yang banyak digemari masyarakat. Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk mencoba?

(Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir)

Leave a comment