Hits: 32
Alfihza Putri Amelia
Pijar, Medan. Pilihannya hanya dua, mendarat di pasir atau tercebur ke dalam kanal. Inilah sensasi yang ditawarkan olahraga dari Friesland lewat olahraga khasnya yakni “Fierljeppen” yang berarti melompat jauh. Negara-negara di luar Belanda mengenalnya dengan nama Canal Jump. Olahraga ini terinspirasi dari aktivitas bepergian para pekerja lapangan dalam melewati banyak jalur air dan kanal, yang membuat masyarakatnya menggunakan tongkat panjang untuk melompati satu sisi ke sisi lainnya.
Aktivitas melompati kanal dengan tongkat kemudian dirasa menyenangkan oleh masyarakat Friesland, hingga akhirnya Fierljeppen pertama diadakan dalam sebuah turnamen pada 24 Agustus 1767. Popularitas olahraga ini kemudian membawa Canal Jump memiliki aturan resmi pada tahun 1930-an.
Alat yang digunakan dalam melakukan Canal Jump ini adalah tongkat, atau yang disebut juga dengan “polsstok”. Tongkat ini dibuat khusus dengan alas bulat datar atau pelat datar, agar tidak tenggelam ke dasar kanal ketika digunakan. Bahan dasar tongkat ini berubah seiring perkembangan zaman, dari awalnya berbahan kayu, lalu digantikan ke aluminium, hingga kini menggunakan serat carbon (carbon fiber). Tongkat dengan material serat karbon menjadikannya lebih kaku dan lebih panjang, sehingga membuat lompatan jadi lebih jauh.
Teknis melakukan Canal Jump ini adalah dengan terlebih dahulu memposisikan tongkat di dalam air, kemudian atlet atau yang disebut juga Fierljepper akan berlari menuju tongkat tersebut, dan menggunakan kekuatan tubuh bagian atas untuk meraih bagian paling atas tongkat. Setelahnya, atlet akan mendorongkan tubuhnya ke depan sambil bergantung pada tongkat, dan mendarat sejauh mungkin di atas area pendaratan yang terbuat dari pasir dan terletak di sisi lain kanal atau kolam air.
Keberhasilan untuk melakukan Canal Jump membutuhkan keseimbangan oleh atletnya, agar tidak jatuh ke dalam air ketika sudah sampai di bagian atas tongkat. Itulah yang membuat olahraga ini membutuhkan kombinasi antara kelincahan dan kekuatan tubuh.
Musim Canal Jump dimulai pada bulan Mei hingga September dengan berbagai tingkat kemampuan dan kelompok usia. Kejuaraan Canal Jump tahunan diselenggarakan oleh Asosiasi Olahraga Nasional Belanda (Nederlandse Fierljepbond/NFB) yang bernama National Fierljeppen Manifestation (NFM), dan diadakan di berbagai wilayah seperti Friesland, Groningen, Utrecht, hingga Zuid-Holland. Kejuaraan dimulai dengan pertandingan kelompok junior, kemudian kelas satu, kelas dua, sampai kelas tiga.
Lompatan terbaik setiap Fierljepper membawa mereka kepada peringkat yang dapat mempengaruhi kenaikan dan penurunan kelas. Nantinya, itulah yang membawa mereka ke kejuaraan tingkat regional, duel antarkelas, bahkan hingga nasional.
Biasanya, permainan ini akan memiliki jarak lompatan sejauh 10 meter. Namun, dengan perubahan material tongkat saat ini, rekor jarak lompatan juga memiliki peningkatan. Seperti rekor lompatan saat ini dengan jarak 22,1 meter pada 2017 di Zegveld, yang dicetak oleh Jaco de Groot asal Utrecht di kategori Fierljeppen senior.
Terdapat juga beberapa jarak lompatan terpanjang lainnya yang sempat menjadi rekor, seperti di kategori veteran tahun 2025 oleh Thewis Hobma dari Friesland, dengan jarak lompatan 20,7 meter di Burgum. Kemudian pada kategori wanita dicetak oleh Marrit van der Wal dari Friesland pada 2019 di Burgum, dengan jarak lompatan 18,19 meter.
Salah satu pertandingan Canal Jump tahun lalu, yakni di It Heidenskip pada Agustus 2025, menghadirkan atlet-atlet terbaik serta ribuan penonton. Pertandingan ini dibagi menjadi beberapa kategori yakni, pria, wanita, junior, remaja putri dan remaja putra. Dengan hadirnya kategori remaja putra dan putri, pertandingan Canal Jump kali ini memberikan kesempatan bagi atlet muda untuk merebut gelar juara nasional Belanda.
Rekor pertandingan di arena It Heidenskip pada saat itu dipecahkan oleh Germ Terpstra dari Tzum, dengan jarak lompatan sejauh 21,63 meter. Germ yang berusia 19 tahun dan masih berkompetisi di kategori junior di bawah 20 tahun, berhasil mencetak rekor lompatan yang sudah mampu melampaui para atlet senior.
Canal Jump menjadi tradisi lokal yang terus menarik perhatian dunia melalui berbagai pertandingan dan rekor lompatan yang terus berkembang. Berawal dari aktivitas sederhana menyebrangi kanal, kini Canal Jump menjadi olahraga ekstrem penuh teknik, kekuatan serta keberanian.
(Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir)

