Hits: 33

Grace Noverlin Gulo

Pijar, Medan. Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suara USU telah melangsungkan pelantikan pengurus periode 2026/2027, dengan tema “Dari Fakta, Hadirkan Perubahan”. Acara ini berlangsung di Aula Mikie Wijaya, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU), pada Jumat (22/5/2026).

Acara ini turut dihadiri oleh Agus Purwoko, selaku Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Kealumnian USU; Aril Qaedi Hutagalung, selaku Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa Literasi dan Kewirausahaan; Angga Al Maaris Harahap, selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM); Reinhard Halomoan, selaku Demisioner Pimpinan Umum (Pimum) Suara USU Periode 2025/2026, serta lembaga-lembaga pers mahasiswa lainnya.

Dalam sambutannya, Agus menekankan bahwa pers mahasiswa merupakan unit strategis yang memiliki peran penting dalam membangun komunikasi di lingkungan kampus maupun masyarakat. Oleh karena itu, pers mahasiswa bertanggung jawab menghadirkan informasi kredibel, menjaga independensi, serta memperkuat perannya bagi sekitar.

“Pers mahasiswa adalah salah satu unit strategis. Fungsinya bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun komunikasi yang luas, menghadirkan narasi kebangsaan yang positif, serta menyampaikan pesan-pesan yang informatif,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar pengurus baru tetap menjadikan prinsip dan dasar-dasar jurnalistik, sebagai pedoman dalam menjalankan organisasi dan menghasilkan karya jurnalistik.

Sebagai Pimum LPM Suara USU yang baru, Muhassanah Nasution, menyampaikan harapan agar seluruh kru dan jajaran kepengurusan dapat terus menyuarakan berbagai persoalan, dengan sikap kritis yang berlandaskan fakta serta berpihak pada kebenaran.

“Saya berharap Suara USU bersama kru-kru hebat yang ada, dapat terus menyuarakan berbagai persoalan dengan sikap yang berlandaskan fakta dan berpihak pada kebenaran. Dari berbagai fakta itu, kita menghadirkan perubahan yang membawa dampak positif bagi banyak pihak,” ucapnya.

Ia juga menekankan mengenai pentingnya solidaritas internal dan rasa saling peduli antarsesama anggota. Ia berharap, seluruh jajaran, mulai dari badan pengurus harian hingga kru, dapat bekerja sama tanpa mengedepankan ego ataupun keinginan untuk menjadi lebih unggul.

“Tidak perlu ada tuntutan untuk menjadi yang paling sempurna atau paling hebat. Yang terpenting adalah saling membantu, bergandengan tangan, dan peduli satu sama lain ketika dibutuhkan, ” tutupnya.

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment