Hits: 65
Nur Agustilahmi Nasution
Pijar, Medan. Universitas Sumatera Utara Model United Nations (USU MUN) Club menyelenggarakan webinar dan diskusi seputar beasiswa. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom dengan mengangkat tema “Scholarship Hacks: Real Tips, Real Talk” dan dilaksanakan pada Sabtu (3/5/2025).
Kegiatan dibuka dengan penyampaian sambutan oleh Reza Andika Siregar, President of USU MUN Club 2025. Dalam sambutannya, Reza menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberi tips, inspirasi, dan semangat kepada para peserta untuk mendapatkan berbagai beasiswa yang diimpikan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan menghadirkan tiga pemateri yang berbagi ilmu dan pengalaman terkait beasiswa yang telah mereka dapatkan, yaitu Anindya Zahira, Dwinta Nurul Faddilah, dan Rafael Royto.
Anindya merupakan penerima Beasiswa Indonesia Maju Batch 2 dan saat ini sedang menempuh pendidikan di Monash University. Dalam sesi materi, ia menerangkan tentang tata cara mendaftar, tips dan trik, serta manfaat yang ia raih. Anindya juga menjelaskan bahwa diperlukan persiapan diri yang baik sebelum mendaftar beasiswa, seperti mempersiapkan portofolio, mempelajari esai diri yang telah dibuat, serta melatih kemampuan public speaking untuk sesi wawancara.
“Sejak awal usahakan untuk mulai mempersiapkan portofolio dengan baik, mulai dari mempertahankan nilai yang bagus, mengikuti berbagai perlombaan, dan mengikuti proyek-proyek sosial karena hal ini akan dapat mempermudah kalian untuk mendapatkan beasiswa impian,” ucap Anindya.
Sesi materi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan oleh Dwinta Nurul Fadhillah, yang merupakan peraih Beasiswa Unggulan 2023 dan juga saat ini sedang menempuh pendidikan S1 Fisika di USU.

(Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi Nur Agustilahmi Nasution)
Selain menjelaskan terkait tahapan seleksi dan manfaat dari Beasiswa Unggulan, Dwinta juga memaparkan tentang pengalamannya yang beberapa kali gagal saat mencoba berbagai beasiswa, serta kesalahan-kesalahan yang ia lakukan selama prosesnya.
“Saat mencoba berbagai beasiswa, usahakan untuk menghindari berbagai kesalahan yang ada, mulai dari kurang teliti dalam mengisi daftar diri, kesalahan kata dan kepenulisan dalam esai, hingga kurangnya rasa percaya diri pada saat melakukan wawancara,” jelas Dwinta.
Dwinta juga menyampaikan tentang pentingnya untuk jujur dan menjadi diri sendiri saat menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan pada saat sesi wawancara.
Dalam sesi penutup, Dwinta berharap bahwa seluruh peserta harus berani mencoba dan tidak menyerah saat mengalami kegagalan dalam proses beasiswa.
“Harus tetap percaya pada diri sendiri karena kalian harus yakin bahwa setiap langkah baik yang kalian lakukan akan sangat berharga untuk wkemajuan diri sendiri,” tutupnya.
(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

