Hits: 11
Cintya Novi Yanti
Pijar, Medan. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU) yang tergabung dalam Slither Organizer melaksanakan kegiatan sosial, bertajuk “Rona Ceria” di Panti Asuhan Ade Irma Suryani Nasution, Jalan Teuku Cik Ditiro No. 110. Kegiatan ini menghadirkan berbagai aktivitas untuk menciptakan kebersamaan dan memberikan pengalaman berkesan bagi anak-anak panti asuhan. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (30/5/2026).
Project Leader Slither Organizer, Uci Anggreni Sitanggang, menjelaskan bahwa Rona Ceria dilatarbelakangi oleh keinginan panitia untuk berbagi kebahagiaan, sekaligus memahami bahwa hal-hal sederhana yang sering dianggap sepele dapat menjadi sumber kebahagiaan bagi orang lain. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk berbagi pengalaman dan kebersamaan dengan anak-anak panti asuhan.
Rangkaian kegiatan Rona Ceria meliputi penampilan unjuk bakat dari anak-anak panti, sesi ice breaking, pembuatan yel-yel kelompok, permainan dalam ruangan, sesi interaktif dengan tajuk “3 Hal tentang Aku”, serta pertandingan fun futsal. Di akhir kegiatan, panitia memberikan hadiah kepada para pemenang unjuk bakat, yel-yel kelompok, dan fun futsal sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

(Fotografer: Cintya Novi Yanti)
Selain itu, panitia juga membuka penggalangan donasi yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat umum. Bantuan yang disalurkan berupa uang tunai, sembako seperti beras dan mi instan, boneka, serta konsumsi dan snack selama kegiatan berlangsung.
Lewat kegiatan ini, Uci menyadari bahwa anak-anak panti asuhan membutuhkan lebih banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan pihak luar. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan komunitas eksternal dapat membantu mereka memperluas pengalaman sosial dan kemampuan berkomunikasi.
Uci juga mengungkapkan bahwa panitia tidak mengalami kendala dalam mengumpulkan donasi karena tingginya kepedulian masyarakat terhadap anak-anak panti asuhan. Mengenai kesan yang ingin ditinggalkan, ia berharap kehadiran mahasiswa dapat menjadi kenangan yang membahagiakan bagi mereka.
“Seperti judul [dan] tema kami, kami ingin meninggalkan kepingan kebahagiaan bahwa ini dapat menjadi kenangan. Bahwa pernah ada kakak mahasiswa yang hadir dengan menciptakan games dan keceriaan di antara mereka sebagai orang luar yang menjadi sosok baru bagi mereka,” ungkapnya.
Ia juga berharap mahasiswa dapat lebih peka terhadap kehidupan di sekitar mereka dan terdorong untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama. Menurut Uci, pengalaman yang paling berkesan selama kegiatan berlangsung adalah saat mendengar cerita para ibu pengasuh mengenai latar belakang kehidupan anak-anak panti, dengan menumbuhkan rasa empati dan kepedulian yang lebih besar.
(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

