Hits: 29

Lowla Santa Claudia Manurung

Pijar, Medan. Dunia olahraga kini telah berkembang pesat. Perkembangan tersebut ditandai dengan jenis olahraga yang telah bertambah banyak seiring dengan perkembangan zaman, serta variasi dalam olahraga yang beragam diikuti dengan meningkatnya penggemar olahraga. Salah satu olahraga yang lahir dari keberagaman itu, yaitu Bossaball.

Bossaball merupakan olahraga asal Spanyol yang diciptakan oleh Filip Eyckmans pada tahun 2004. Dikutip dari imagcom.org, Eyckmans dikenal sebagai pemain tenis yang hebat. Namun, ia merasa ada sesuatu yang hilang darinya dan mulai jenuh dengan kehidupan olahraga yang monoton.

Selain berkarir sebagai atlet, Eyckmans juga terlibat dalam dunia musik dan pernah mengelola sebuah band. Melalui aktivitas tersebut, ia berkesempatan berkeliling ke berbagai negara. Dalam perjalanannya, ia menemukan Capoeira di Brasil, sebuah seni yang memadukan gerakan akrobatik dengan musik. Ia juga menyaksikan suasana Pantai di Brasil, tempat sepak bola, voli, tarian, dan musik hadir secara berdampingan dalam satu ruang.

Memasuki akhir 1990-an, saat voli Pantai semakin popular dan permainan trampoline banyak dijumpai di pusat-pusat perbelanjaan, Eyckmans mulai mengembangkan idenya. Pengalaman ini kemudian menginspirasinya untuk menciptakan olahraga yang menggabungkan unsur gerak, musik, dan permainan bola, yang kemudian dikenal sebagai Bossaball.

Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa nama olahraga ini Bossaball? Dilansir dari superlive.id, dalam bahasa Portugis, “bossa” memiliki arti gaya, bakat atau sikap. Selain itu, kata bossa sendiri sangat melekat dengan Tari Samba atau bossa nova, sebuah alunan musik dari Brasil. Permainan ini diberi nama Bossaball karena menggunakan bola sebagai alat utama.

Dengan memadukan musik sebagai pelengkap pertandingan, Bossaball menghadirkan suasana yang meriah. Sorak penonton berpadu dengan alunan musik, menciptakan atmosfer yang hidup. Ditambah dengan aksi akrobatik para pemain, pertandingan ini menjadi tontonan yang menarik.

Olahraga ini dimainkan oleh tiga hingga lima orang dalam satu tim. Biasanya, satu tim diisi oleh pria atau campuran antara pria dan wanita. Untuk memperoleh kemenangan dalam permainan ini, setiap tim harus mengumpulkan 25 poin di setiap babaknya. Aturan sentuhan hanya berlaku maksimal 5 kali saja sebelum menyerang lawan. Adapun arena pertandingan dibagi menjadi tiga yakni bagian dalam, tengah, dan bagian loncatan untuk akrobatik yang menggunakan trampolin.

Terdapat dua cara untuk mengumpulkan poin. Pertama, tim bisa mendapatkan tiga poin jika bola masuk ke area lawan dengan menggunakan teknik voli. Lalu, satu poin jika bola yang dipukul mengenai sentuhan pertahanan lawan sebelum masuk ke area trampolin. Kedua, tim bisa dapat lima poin kalau bola langsung masuk ke daerah lawan dengan menggunakan teknik sepak bola. Lalu tiga poin kalau bola terkena sentuhan lawan.

Bossaball dimainkan di atas arena tiup berbentuk persegi panjang dengan jaring di bagian tengah, menyerupai permainan voli. Di tengah arena juga terdapat trampolin elastis yang memungkinkan pemain melompat lebih tinggi saat melakukan serangan. Dengan struktur arena yang fleksibel, pemain dapat bergerak leluasa dan melakukan berbagai aksi akrobatik. Tidak hanya itu, Bola yang digunakan juga mirip dengan bola voli, tetapi lebih ringan sehingga mudah dikontrol saat permainan berlangsung.

Meski berasal dari Spanyol, Bossaball kini telah dikenal di berbagai negara seperti Brasil, Belanda, dan Jerman. Bahkan, olahraga ini pernah tampil sebagai cabang olahraga uji coba atau pameran, yang dipertandingkan dalam ajang internasional. Jadi, apakah kamu sudah pernah dengar olahraga ini di Indonesia?

(Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir)

Leave a comment