Hits: 33
Kelompok 49 Pendidikan Berkualitas
Mahasiswa baru Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan program pengabdian masyarakat melalui Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK). Kelompok 49 Pendidikan Berkualitas mengadakan sosialisasi dan edukasi dengan melibatkan siswa kelas 6C SDN Percobaan Medan. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, serta membangun perilaku etis melalui integrasi nilai moral Pancasila, yang berlangsung pada Selasa (4/11/2025).
Kelompok 49 mengusung tema “Berpikir Kritis dan Bertindak Etis Berbasis Nilai Moral Pancasila dan Hak Warga Negara” sebagai respons terhadap rendahnya kemampuan berpikir kritis dan minimnya penerapan nilai moral Pancasila pada siswa sekolah dasar. Mereka menilai bahwa siswa cenderung menghafal Pancasila tanpa memahami maknanya, sehingga diperlukan penguatan melalui pembelajaran interaktif untuk menanamkan nilai moral sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

(Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi Muhammad Ridho)
Metode yang digunakan meliputi diskusi kelompok, presentasi, tanya jawab, ice breaking, serta kegiatan menuliskan perilaku baik pada sticky notes untuk ditempelkan pada “Pohon Kebaikan”. Cara ini membantu siswa mengaitkan nilai moral dengan tindakan nyata baik di sekolah maupun di rumah.
Ketua kelompok, Amira, menyampaikan bahwa proyek MKWK menjadi pengalaman awal bagi mahasiswa baru dalam melakukan pengabdian masyarakat. Proyek ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke lingkungan sekolah dasar, memahami kondisi pembelajaran, serta mengenal karakteristik siswa secara lebih dekat.
Dalam wawancara, Ahmad Fadli Silaen, selaku guru dan wali kelas, menekankan pentingnya pembelajaran interaktif agar proses belajar tidak berlangsung satu arah. Ia menerapkan variasi metode melalui lembar kerja individu dan kelompok yang melatih kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, ia memberikan mini riset, mini proyek, dan tugas individu sebagai upaya mengembangkan nalar kritis serta kemandirian berpikir.
Guru tersebut juga berharap USU dapat menyediakan wadah perlombaan bagi siswa SD Percobaan Medan. Menurutnya, kesempatan berkunjung ke kampus USU akan memberi pengalaman belajar langsung, serta menumbuhkan motivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Beberapa siswa menyampaikan bahwa pembelajaran terasa lebih seru karena mereka dapat menyampaikan pendapat, berdiskusi, dan memahami materi dengan lebih mudah. Mereka merasa lebih berani berbicara dan mampu bekerja sama dalam memecahkan masalah.
Melalui program ini, mahasiswa USU berharap kemampuan berpikir kritis dapat terus diterapkan oleh siswa baik di sekolah maupun di rumah. Proyek ini menjadi wujud kontribusi USU dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar melalui pendekatan kreatif, humanis, dan aplikatif. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pembelajaran interaktif mampu menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan bermakna bagi perkembangan karakter, serta pola pikir siswa.

