Hits: 10

Putri Nadya Hutagalung

Pijar, Medan. Sebanyak 25 peserta Green Youth Camp 3 (GYC 3) mengucapkan deklarasi Hutan itu Indonesia (HII) yang diadakan untuk memperingati Hari Hutan Nasional yang diperingati pada 13 Mei 2017. Pendeklarasian terlaksana dengan hikmat di Taman Ahmad Yani Medan, Rabu (13/05). GYC 3 merupakan pelatihan nasional yang diselenggarakan Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) Regional Sumatera Utara mulai 11-15 Mei 2017. Selain pendeklarasian, rangkaian acara juga meliputi penyemarak yang turut mengundang pemuda Kota Medan, komunitas-komunitas di Kota Medan, dan undangan lainnya.

Kegiatan ini mempunyai beberapa rangkaian acara. Pertama adalah “Pameran Hasil Produk Hutan dan Bazar Pendukung Lingkungan”. Kedua “Dialog dengan Aktivis Hutan”, dimana peserta dan undangan dapat bertukar pendapat dengan orang-orang yang aktif di bidang kehutanan. Ketiga “Temu Usaha” yang bertujuan untuk memberikan pemaparan, pengetahuan dan pemahaman tentang hutan dan hasil produk yang dimanfaatkan secara positif dari hutan. Keempat “Apresiasi Seni Hutan Itu Indonesia”, di mana dalam rangkaian kegiatan festival ini akan ada pertunjukan seni yang melibatkan komunitas, UKM, dan Peserta GYC 3. Berikut puncak acara “Deklarasi Hutan Itu Indonesia” adalah penutup yang menjadikan komitmen setiap orang yang hadir untuk tetap menjaga hutan dan melestarikannya secara berkelanjutan. “Deklarasi Hutan Itu Indonesia” ini dilaksanakan dengan mengumandangkan naskah deklarasi melalui 10 bahasa daerah Indonesia, dilanjutkan dengan pelepasan burung merpati secara serempak.

Pembacaan deklarasi Hari Hutan Indonesia oleh Ibu Mora Nasution dalam kegiatan Green Youth Camp 3, di Taman Ahmad Yani, Medan (Sabtu, 13/05). (Fotografer : Muhammad Abdul Fattah)
Pembacaan deklarasi Hari Hutan Indonesia oleh Ibu Mora Nasution dalam kegiatan Green Youth Camp 3, di Taman Ahmad Yani, Medan (Sabtu, 13/05).
(Fotografer : Muhammad Abdul Fattah)

Dyan Taufiqurrahman selaku ketua panitia memaparkan, HII merupakan gerakan terbuka, terdiri dari orang-orang dan organisasi-organisasi yang ingin melestarikan Indonesia serta percaya akan kekuatan pesan-pesan positif. HII terbuka untuk semua pihak yang ingin bergabung dengan gerakan ini, baik melalui kolaborasi untuk membuat kegiatan bersama atau inisiatif lain yang sejalan. “Kekuatan kolaborasi merupakan kunci penting untuk meningkatkan kesadaran bahwa hutan berperan dalam kehidupan seluruh masyarakat Indonesia dan membangun rasa memiliki terhadap hutan Indonesia,” lanjutnya.

Kophi Sumut merupakan suatu wadah bagi para pemuda Sumatera Utara yang berfokus  terhadap isu lingkungan, dengan melakukan pembahasan dan aksi sederhana penuh makna serta dikemas dengan menarik. Oleh karena itu,  HII bersama Kophi Sumut bergerak dalam satu visi yang sama yaitu untuk menyuarakan kembali bahwa Hutan adalah identitas utama bangsa Indonesia, dan bangsa yang hidup berdampingan dengan alam.

Salah satu peserta asal STBA Harapan Medan, Sylvina Aristy Febriary mengaku bersyukur mengikuti rangkaian deklarasi HII. Sebab dengan aksi tersebut, Sylvina merasa  diingatkan dan diajak menangani masalah hutan yang terjadi di Sumatera Utara. “Saya berharap agar HII dapat selalu menyalurkan ilmu kepada setiap pemuda secara berkelanjut, dan semoga saya dapat mengaplikasikan segala informasi yang telah didapat,” sambungnya.

Leave a comment