Hits: 21

Athayollah Nailah Zahwa Nasution

Pijar, Medan. Pertunjukan musik dan tari Ethno Culture Fest (ECFEST) 2026 telah selesai dilaksanakan pada 25-26 Mei 2026, di kawasan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (USU). Festival budaya yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Etnomusikologi USU tersebut, menghadirkan berbagai penampilan dari etnis Toba, Karo, Pakpak, Simalungun, dan Nias yang disaksikan oleh mahasiswa dari berbagai fakultas.

Antusiasme penonton terlihat sejak hari pertama hingga hari kedua acara. Sejumlah mahasiswa tampak memenuhi area pertunjukan untuk menyaksikan penampilan musik tradisonal, tari etnik, serta kolaborasi budaya yang dikemas dengan sentuhan modern. Kehadiran audiens yang terus bertahan selama rangkaian acara, menunjukkan tingginya minat terhadap pertunjukan budaya yang disajikan.

Sekretaris Panitia ECFEST 2026, Ruth Marpaung, mengatakan bahwa respons yang diberikan audiens selama acara berlangsung cukup positif. Menurutnya, banyak pengunjung menunjukkan perhatian penuh terhadap setiap penampilan yang ditampilkan di atas panggung.

“Kalau yang kita lihat, audiens sangat responsif. Mereka datang, fokus melihat pertunjukan dan memberikan dukungan. Mungkin karena sudah jarang menonton pertunjukkan budaya seperti itu, jadi mereka terlihat senang dan semangat dalam menyaksikannya,” ujarnya.

Tidak hanya menjadi ruang pertunjukan bagi mahasiswa Prodi Etnomusikologi, festival ini juga menjadi sarana pengenalan budaya Sumatera Utara kepada mahasiswa dari berbagai latar belakang. Beragam penampilan yang mengangkat unsur musik, gerak, dan identitas budaya daerah berhasil menghadirkan pengalaman berbeda, dibandingkan kegiatan kampus pada umumnya.

Salah satu pengunjung, Melva, mengaku tertarik menghadiri acara ECFEST 2026 setelah mengetahui adanya festival budaya di lingkungan kampus. Menurutnya, konsep yang menggabungkan budaya dengan unsur musik modern membuat pertunjukan terasa lebih menarik untuk disaksikan.

“Pas mereka tampil, ternyata kombinasi budaya dan musik modern jadi menarik gitu. [Alasannya menarik] karena yang bawakan anak Etnomusikologi juga, aku merasa pertunjukannya keren karena memang sesuai dengan bidang yang mereka pelajari,” ungkapnya.

Selain memberikan hiburan, ECFEST 2026 juga menjadi ruang apresiasi budaya bagi mahasiswa. Selama dua hari pelaksanaan, sejumlah penonton terlihat mengikuti rangkaian pertunjukan hingga selesai, serta memberikan respons positif terhadap penampilan yang ditampilkan. Kehadiran audiens dari berbagai fakultas menjadi salah satu indikator tingginya minat mahasiswa terhadap kegiatan budaya di lingkungan kampus.

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment