Hits: 41
Arbiahtul Insani / Diva Meilisa
Pijar, Medan. Pos Komando (Posko) Universitas Sumatera utara (USU) Peduli hadir pasca bencana alam yang melanda sejumlah wilayah seperti Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Berlokasi di Gedung Eks Bank Sumut, Pintu 3 kampus USU, kehadiran posko ini menjadi langkah USU dalam merespons kondisi masyarakat, khususnya di Sumatra Utara, dengan menyalurkan berbagai bentuk bantuan kepada korban terdampak.
Posko USU Peduli ini telah beroperasi sejak dua minggu pasca bencana banjir dan longsor. Kegiatan ini berawal dari inisiatif sejumlah dosen USU, yang tergerak untuk memberikan bantuan cepat kepada masyarakat. Posko ini direncanakan beroperasi setidaknya selama tiga bulan. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Biro Rektor, masa operasionalnya akan diperpanjang hingga enam bulan.
Zaid Nasution, salah satu tim Satuan Tugas (Satgas) USU Peduli, memberikan tanggapannya terkait jangka waktu berlangsungnya posko tersebut.
“Menurut saya baiknya berjalan minimal tiga bulan, tetapi enam bulan justru jauh lebih bagus. Karena kita membayangkan mereka harus memperbaiki ekonomi juga, makanya di sini ada satu bagian yang kami sebut bidang pasca bencana, yang akan mengurus donasi yang lebih spesifik, seperti donasi perbaikan rumah, tetapi ini masih direncanakan,” ujarnya.
Bantuan yang tersedia di posko ini mencakup kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Mulai dari makanan, minuman, obat-obatan, hingga pakaian yang masih layak pakai. Selain itu, tim satgas tengah merancang bentuk bantuan lanjutan terkait perbaikan tempat tinggal masyarakat yang terdampak banjir.

(Fotografer: Diva Meilisa)
Per tanggal 11 Desember 2025, bantuan berupa donasi uang yang terkumpul telah mencapai satu miliar rupiah. Sejauh ini, posko USU Peduli telah turun langsung ke berbagai lokasi terdampak bencana, di antaranya Tapanuli Tengah, Sibolga, Langkat, Aceh Tamiang, dan Tapanuli Utara.
Zaid menyampaikan mekanisme perolehan data yang valid terkait kondisi lapangan, yaitu melalui aplikasi. Aplikasi tersebut digunakan untuk melaporkan apa saja yang terjadi, atau diperlukan di lokasi yang terdampak, kemudian data tersebut akan langsung diterima oleh tim satgas USU Peduli.
“Aplikasi ini bisa didapatkan melalui [google] playstore, kemudian masyarakat yang membutuhkan sesuatu bisa langsung lapor melalui aplikasi ini, tetapi tetap didampingi oleh penanggungjawab di lokasi, lalu datanya akan segera kami proses dari sini. Aplikasi ini juga dapat digunakan secara offline,” jelasnya.
Tak hanya itu, tim satgas USU Peduli juga menyampaikan bahwa mereka telah menerima banyak laporan terkait kondisi di lokasi, serta kebutuhan untuk masyarakat yang terdampak. Hal ini dirancang untuk mempermudah tim satgas dalam proses penyaluran bantuan.
(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

