Hits: 64

Shafna Jonanda Soefit Pane

Pijar, Medan. Setiap universitas memiliki kebijakan dan regulasinya masing-masing dalam mengatur jadwal belajar-mengajar. Jadwal tersebut pastinya telah diatur sedemikian rupa dengan banyak pertimbangan dan diskusi antar tenaga pendidik.

Farida Hanim—salah satu dosen Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU), menyatakan bahwa jadwal perkuliahan telah diatur dengan baik dalam rapat dosen, yang biasa dilaksanakan sebelum ajaran baru dimulai.

“Biasanya sebelum semester dimulai, udah ada rapat terlebih dahulu. Dari program studi udah kasih jadwal, jadi ketika ada jadwal-jadwal tertentu yang dosen nggak bisa, dosen bisa berdiskusi atau negosiasi di situ—apakah ditukar sama dosen lain atau bagaimana,” jelas Farida.

Namun, meski jadwal telah disusun sedemikian rupa, masih sering terjadi pengunduran atau bahkan pembatalan kelas oleh dosen yang bersangkutan. Hal ini terkadang membuat mahasiswa merasa kebingungan dan kecewa, apalagi jika posisinya mereka sudah berhadir di kampus ataupun sudah bersiap untuk kelas, tetapi perkuliahan justru batal dilaksanakan. Faktor lain yang membuat mahasiswa kecewa dan cenderung kesal adalah ketika jadwal pengganti kelas yang terkadang terpaksa dilakukan di luar jam perkuliahan seharusnya.

Seorang mahasiswa berinisial YR, dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), membagikan perasaannya terkait permasalahan ini, “Jujur, aku sebagai anak yang ngekos, agak kesal kalau kelasnya dibatalkan tiba-tiba. Apalagi aku nggak punya kendaraan, harus menggunakan transportasi umum atau bahkan ojek online ke kampus. Pasti aku bakal ngeluarin biaya lebih untuk transportasi. Jadi kalau kelasnya dibatalin tiba-tiba, aku jadi ngerasa usaha aku buat ke kampus itu sia-sia.”

Setiap dosen pasti memiliki alasan yang berbeda-beda terkait pembatalan kelas tersebut. Farida menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang mungkin membuat dosen dapat membatalkan perkuliahan; alasan kesehatan, sedang berada di luar kota, menghadiri rapat, atau adanya beberapa pekerjaan mendadak yang tidak memungkinkan jika ditinggalkan.

“Saya juga tidak bisa menjelaskan alasan dari dosen lain, tapi memang biasanya alasan pembatalan kelas karena adanya kesibukan dari dosen-dosen tersebut. Tapi biasanya kalau saya pribadi, jika memang tidak memungkinkan untuk masuk mengajar—lagi di luar kota misalnya, akan berusaha untuk mengabari pembatalan kelas satu hari sebelum, baru kemudian mendiskusikan jadwal penggantinya,” ucap Farida.

Sebagian mahasiswa akan berusaha pengertian jika pada akhirnya kelas batal dilaksanakan pada hari tersebut. Kesibukan atau beberapa urusan yang mendadak dan tidak bisa dihindari pasti menjadi salah satu faktor dari pembatalan kelas.

“Aku dan teman-teman lain berusaha pengertian juga, karena dosen pasti sibuk, tapi jika boleh, maunya dosen untuk mengabari dari sehari sebelumnya atau kalau bisa banget untuk beberapa jam sebelum.  Untuk kelas ganti juga kalau bisa, maunya diputuskan secara cepat dan detail, jadi mahasiswa bisa mengatur kembali jadwal mereka,” tutup YR dalam pernyataannya.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment