Hits: 223
Febri Susi Novia Gea / Amanda Citra Ayu
Pijar, Medan. Setiap perjalanan hidup selalu menawarkan ruang-ruang baru tempat seseorang belajar melepaskan, menata kembali, dan menemukan dirinya. Inilah napas utama yang berembus dalam lagu “Ruang Baru”, sebuah karya dari Barsena Bestandhi bersama Hendro Djasmor yang mengajarkan untuk mengikhlaskan di tengah peralihan fase kehidupan.
Lagu yang dirilis pada 13 September 2024 ini merupakan soundtrack orisinal film My Annoying Brother, dan sempat viral di TikTok karena menyentuh hati para pendengar lewat liriknya yang sederhana.
Lirik “Kita kan bertemu di ruang baru” menjadi kutipan yang paling sering dipakai warganet untuk menggambarkan perasaan kehilangan seseorang, baik karena perpisahan, kematian, maupun jarak.
Di TikTok, lagu ini digunakan sebagai latar berbagai konten, mulai dari momen perpisahan sekolah, kenangan keluarga, hingga dokumentasi video pasangan jarak jauh. Fenomena ini menunjukkan bagaimana musik dapat menjadi media ekspresi emosional.
Dalam podcast “Kupas-Kupas Lirik Episode 18”, Barsena menyampaikan maksud dari lirik yang ia tulis. Makna lagu ini digambarkan sebagaimana konsep siklus hidup, di mana selalu ada pertemuan dan perpisahan dalam perjalanan manusia. Sebenarnya juga, secara khusus lagu ini mengarah pada rasa rindu ke orang yang telah tiada.

(Sumber Foto: YouTube Roommate Project)
Lewat liriknya, Barsena menggambarkan bahwa hidup harus tetap berjalan maju, jangan terlalu berlarut saat merasa kehilangan.
“Kita harus tetap menjalani hidup kita, karena kita tidak hidup sendirian. Masih banyak orang yang butuh kita dan mengapresiasi kehadiran kita. Jadi bersabarlah karena yang berpisah nanti akan bertemu lagi jika diizinkan oleh-Nya,” ungkap Barsena dalam podcast tersebut.
Alih-alih larut dalam kesedihan, lewat lagu ini, Barsena mengajak pendengar untuk menerima perubahan dengan hati lapang dan penuh harapan. Lirik seperti “Usap pelan air mataku, sadari waktu akan berlalu” menekankan pentingnya kesabaran dan keyakinan bahwa setiap perpisahan hanyalah sementara.
Barsena mengaku bahwa “Ruang Baru” merupakan lagu penutup dari lagu sebelumnya yang pernah ia tuliskan untuk kedua orang tuanya yang telah tiada dengan judul “Laut kepada Langit”. Lagu “Ruang Baru’ seperti pengingat untuk mengikhlaskan kepergian orang tuanya.
Lagu ini bukan sekadar rangkaian melodi lembut dan lirik puitis, melainkan para pendengar juga diajak untuk menelusuri kisah tentang keberanian meninggalkan masa lalu, menerima ketidakpastian, dan menapaki lembaran kehidupan yang belum pernah tersentuh sebelumnya.
Tak heran jika “Ruang Baru” begitu resonan dengan banyak pendengar, terutama generasi muda yang tengah berjuang menata masa depan di tengah dunia yang cepat berubah. Lagu ini menjadi semacam pelukan hangat pengingat bahwa setiap akhir selalu membawa awal yang baru.
Lebih dari sekadar karya musik, “Ruang Baru” adalah ajakan untuk berdamai dengan diri sendiri dan terus melangkah meski jalan di depan belum jelas. Lagu ini juga mengingatkan bahwa sesuatu yang hilang dan tidak bisa kembali, sehingga perlu menghargai momen yang ada bersama orang yang kita sayangi. Pada akhirnya “Ruang Baru” menegaskan bahwa dalam setiap perubahan, selalu ada ruang baru yang menunggu untuk kita isi dengan keberanian, harapan, dan cinta.
(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

